Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Pemerintah Klungkung Sulap TPA Menjadi TOSS
Selasa, 2 Januari 2018,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente di Desa Pikat Kecamatan Dawan akhirnya resmi ditutup Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Minggu (31/12). Dengan ditutupnya TPA yang telah beroperasi sejak tahun 1990 ini, berarti tidak ada lagi kiriman sampah menuju tempat ini. Penutupan sendiri diakibatkan oleh kondisi TPA Sente yang sudah tidak layak dan mengalami kelebihan kapasitas sampah dari yang semestinya.
“Namun meskipun TPA Sente telah ditutup, tidak berarti di TPA ini tidak ada aktivitas, malah sebuah program pengolahan sampah revolusioner bernama Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS) telah dimulai ditempat ini,” ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.Program hasil kerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta ini dibuka Bupati I Nyoman Suwirta yang sebelumnya telah menutup TPA Sente.
Dengan program ini seluruh pegawai TPA Sente yang berjumlah 60 orang tidak diberhentikan, namun telah dididik untuk bisa melakukan proses pengolahan sampah TOSS di TPA Sente dan di Lepang. Seluruh sampah yang telah menumpuk di TPA Sente akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dangasifikasi, dengan menggunakan bio activator. Dalam waktu tiga hari bau sampah akan hilang, dan dalam waktu sepuluh hari volume sampah akan berkurang. Kemudian sampah yang telah olah tersebut dibentuk menjadi briket dan pelet dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak, dan listrik.
Bupati Suwirta optimis bahwa Program TOSS Gema Santi merupakan solusi untuk penanganan masalah sampah yang ada di Kabupaten Klungkung. Dimana Klungkung yang tidak memiliki lokasi TPA, dengan program ini seluruh desa akan mengolah sampahnya menjadi briket dan pellet yang bernilai ekonomis.
Bupati Suwirta berharap Program TOSS dapat diterima oleh masyarkat karena didalam Program TOSS terdapat sumber ekonomi alternative. Kedepan masing-masing desa bisa mengolah sampahnya menjadi pelet yang nantinya dapat dijual kepihak Indonesia Power.
“Dengan program ini saya yakin Klungkung bisa bebas dari masalah sampah, kedepan akan dihadirkan mesin pengolahan sampah dgn kapasitas lebih besar serta bangunan di TPA Sente akan diperluas,” ujar Bupati Suwirta.
Sementara itu GM Indonesia Power IGAN Subawa Putra sangat menyambut positif program ini. Karena lewat program ini Klungkung akan mampu mengahasilkan listrik kerakyatan. Ditambahkan, untuk melakukan ujicoba listrik dengan briket dari sampah akan dibutuhkan 30 ton sampah. Jika uji coba ini berhasil maka kebutuhan briket dari sampah untuk menjadi listrik akan sangat besar. IGAN Subawa Putra yakin permasalahan sampah di Klungkung akan bisa teratasi melalui program TOSS Gema Santi ini.
Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan demo pengolahan sampah dari peuyeumisasi hingga menjadi bricket bahan bakar. Kemudian dilanjutkan dengan demo memasak telor dan mie oleh Ny. Ayu Suwirta menggunakan bahan bakar bricket sampah. "Tidak ada aroma dari sampah akibat dari pembakaran, yang ada hanya aroma makanan yang telah matang," ujar Ketua STT PLN Jakarta Dr. Ir. Supriadi Legino.
Berita Premium
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1150 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 902 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 729 Kali
04
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 670 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026