Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Akademisi Ingatkan Tidak Samakan Pemutusan Internet Dengan Nyepi Siaran
Usulan Pemutusan Internet Saat Nyepi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Udayana Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos, M.Si mengingatkan untuk tidak menyamakan usulan pemutusan internet saat Nyepi dengan penghentian siaran saat Nyepi atau Nyepi siaran yang sudah berjalan selama ini. Mengingat kedua fenomena tersebut memiliki dasar alasan yang berbeda. Hal tersebut disampaikan Amanda saat dikonfirmasi di Denpasar pada Selasa (6/3).
[pilihan-redaksi]
Menurut Amanda, penghentian siaran saat Nyepi atau Nyepi siaran lebih karena isi siaran ditentukan oleh lembaga penyiaran dan masyarakat sebagai penonton hanya bersikap pasif. Apalagi lembaga penyiaran dalam operasionalnya menggunakan frekuensi publik.
“Kalau media online dengan internet, mau share apa, mau cari apa yang menentukan ya kita, sebenarnya gatekeepernya di kita yang sebagai pengguna,” tegas Amanda.
Amanda mengungkapkan bahwa media sosial sifatnya interaktif, karena penggunanya sekaligus sebagai sumbernya. Sehingga pada saat pelaksanaan Nyepi menjadi ujian bagi pengguna yang melaksanakan Nyepi untuk menahan diri dengan tidak posting, share atau like.
“Yakin ini kita masyarakat beradab, Masa kita Hindu Bali harus sampai pihak ketiga yang membatasi,” papar Amanda.
[pilihan-redaksi2]
Amanda berharap usulan pemutusan internet saat Nyepi bukan hanya karena ketakutan akan adanya posting atau selfi yang aneh-aneh. Sebab kasus seperti itu hanya satu dari sekian banyak kasus yang sering muncul akibat salah dalam penggunaan akses internet.
“Sama kayak gini, Nyepi telepon dimatikan gak? Gak kan, nah kendalinya ada di kita, apa akan menggunakan atau tidak, itu logikannya,” papar Amanda.
Sementara pengamat Budaya I Made Nurbawa mengaku sangat sedih dengan adanya usulan pemutusan internet saat Nyepi. Mengingat seolah-olah urusan moral dan keyakinan sudah mulai diatur oleh negara.
“Artinya kini untuk melaksanakan Catur Brata harus melibatkan Kominfo,” kata Made Nurbawa. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1180 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 922 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 753 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 686 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik