Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Akademisi Ingatkan Tidak Samakan Pemutusan Internet Dengan Nyepi Siaran
Usulan Pemutusan Internet Saat Nyepi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Udayana Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos, M.Si mengingatkan untuk tidak menyamakan usulan pemutusan internet saat Nyepi dengan penghentian siaran saat Nyepi atau Nyepi siaran yang sudah berjalan selama ini. Mengingat kedua fenomena tersebut memiliki dasar alasan yang berbeda. Hal tersebut disampaikan Amanda saat dikonfirmasi di Denpasar pada Selasa (6/3).
[pilihan-redaksi]
Menurut Amanda, penghentian siaran saat Nyepi atau Nyepi siaran lebih karena isi siaran ditentukan oleh lembaga penyiaran dan masyarakat sebagai penonton hanya bersikap pasif. Apalagi lembaga penyiaran dalam operasionalnya menggunakan frekuensi publik.
“Kalau media online dengan internet, mau share apa, mau cari apa yang menentukan ya kita, sebenarnya gatekeepernya di kita yang sebagai pengguna,” tegas Amanda.
Amanda mengungkapkan bahwa media sosial sifatnya interaktif, karena penggunanya sekaligus sebagai sumbernya. Sehingga pada saat pelaksanaan Nyepi menjadi ujian bagi pengguna yang melaksanakan Nyepi untuk menahan diri dengan tidak posting, share atau like.
“Yakin ini kita masyarakat beradab, Masa kita Hindu Bali harus sampai pihak ketiga yang membatasi,” papar Amanda.
[pilihan-redaksi2]
Amanda berharap usulan pemutusan internet saat Nyepi bukan hanya karena ketakutan akan adanya posting atau selfi yang aneh-aneh. Sebab kasus seperti itu hanya satu dari sekian banyak kasus yang sering muncul akibat salah dalam penggunaan akses internet.
“Sama kayak gini, Nyepi telepon dimatikan gak? Gak kan, nah kendalinya ada di kita, apa akan menggunakan atau tidak, itu logikannya,” papar Amanda.
Sementara pengamat Budaya I Made Nurbawa mengaku sangat sedih dengan adanya usulan pemutusan internet saat Nyepi. Mengingat seolah-olah urusan moral dan keyakinan sudah mulai diatur oleh negara.
“Artinya kini untuk melaksanakan Catur Brata harus melibatkan Kominfo,” kata Made Nurbawa. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1103 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun