Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Tabanan Hanya Miliki Satu Rekon Penanggulangan Bencana
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Kabupaten Tabanan hingga kini hanya memiliki satu rencana kontijensi (Rekon) penanggulangan bencana. Padahal dengan kondisi geografis yang merupakan perpaduan gunung dan pantai, Tabanan memiliki 11 ancaman bencana diantaranya gempa bumi, tanah longsor, tsunami, angin kencang, dan lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita saat pembukaan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kontijensi (Renkon) Bencana di Kabupaten Tabanan pada Kamis (16/8) mengungkapkan adanya 11 ancaman bencana maka seharusnya dilakukan 11 rencana kontijensi. Namun karena keterbatasan dana maka saat ini baru bisa disusun satu renkon yaitu renkon gempabumi yang berpotensi tsunami. Mengingat gempabumi berpotensi tsunami dirasa paling berpotensi terjadi di Kabupaten Tabanan.
“Saat ini, Pemkab Tabanan mendapat bantuan kegiatan dari Badan Nasioal Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa kegiatan Kontinjensi ini. Maka Renkon yang pernah disusun tahun 2013 penting kiranya saat ini dilakukan pengkajian ulang dan penyesuaian dokumen. Sehingga diharapkan mampu menjawab kebutuhan disaat Tanggap Darurat”, jelas Sucita.
Sementara sosialisasi penyusunan rencana kontijensi melibatkan 30 instansi. Diharapkan melalui kegiatan ini semua pihak turut serta menyukseskan kegiatan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan dukungan data dan informasi serta ikut berpartisipasi. “Oleh karena itu, upaya-upaya penanggulangan bencana seharusnya dilaksanakan dengan melibatkan dunia usaha dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat”, ujar Sucita.
Rencana kontijensi adalah suatu proses perencanaan kedepan, dalam keadaan yang tidak menentu. Dimana skenario dan tujuan disepakati, tindakan teknis dan menejerial ditetapkan, dan sistem tanggapan dan pengerahan potensi disetujui bersama untuk mencegah, atau menanggulangi secara lebih baik dalam situasi darurat atau kritis. [bbn/rlstbn/mul]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1191 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 928 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 758 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 692 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik