Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jaksa Tuntut 2 Terdakwa Palsukan SK PNS 2,5 Tahun Penjara

Selasa, 28 Agustus 2018, 23:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com,Denpasar. Dua terdakwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bagian Pengelolaan Aset Kota Denpasar, Ni Wayan Arini (48), dan pegawai honorer di Sekretariat DPRD Kota Denpasar, Ni Wayan Rusi (31), memasuki agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (28/8).
 
[pilihan-redaksi]
Seperti biasanya kedua ibu ini duduk berdampingan dan dengan kepala menunduk di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martinus Tondu Suluh dihadapan majelis hakim menyatakan keduanya dinilai melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP telah terbukti. 
 
"Kami berkesimpulan bahwa para terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama menggunakan surat palsu. Untuk itu memohon kepada majelis hakim memutuskan nantinya pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan," baca Jaksa Martinus.
 
Jaksa dari Kejati Bali ini menilai hal yang meringakan terdakwa, selain bersikap sopan dan mengakui terus terang perbuatannya, keduanya telah mengembalikan kerugian saksi korban saat ditahan sebesar Rp526.295.000," kata Jaksa Martinus. 
 
Menanggapi tuntutan itu, para terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Nyoman Yudara langsung menyampaikan pembelaan secara lisan. 
 
"Saya menyesal, yang mulia. Saya ingin kembali melanjutkan kewajiban saya sebagai seorang ibu, istri, menantu," kata Wayan Arini terbata-bata. 
 
[pilihan-redaksi2]
"Janji tidak mau mengulanginya lagi? Apa saudari punya niat untuk mengembalikan sisa kerugian korban?," tanya Hakim. "Iya ada niat itu, yang mulia," kata Wayan Arini sembari menambahkan akan mencicilnya tiap bulan. 
 
Sebagaimana dalam surat dakwaan, bahwa korban dalam perkara ini adalah Koperasi Asta Sedana alamat Lingkungan Cepaka, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Koperasi ini mengalami kerugian sebesar Rp 655.432.700 akibat ulah kedua terdakwa yang dilakukan dari tanggal 18 Juli 2014 sampai 25 November 2014. (bbn/maw/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami