Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 14 Agustus 2026
Koster Persilakan Tanah Provinsi Dimanfaatkan Pengembangan Fasilitas Krematorium MGPSSR
Minggu, 10 Maret 2019,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali wayan Koster menyampaikan dukungannya agar fasilitas krematorium seperti yang dimiliki Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) bisa dikembangkan lagi.
[pilihan-redaksi]
“Tadi saya sempat bicara dengan pak Made Mangku, coba bikin lagi yang baru karena kapasitas untuk menyelesaikan jenazah di sini satu hari cuma delapan, sedangkan kebutuhannya sudah semakin meningkat dan tempat seperti ini perlu dibikin lagi di tempat lain,” ujarnya saat menghadiri dan membuka Pesamuan Agung (MGPSSR) Pusat ke XIV Tahun 2019 di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar, Minggu (10/3).
“Tadi saya sempat bicara dengan pak Made Mangku, coba bikin lagi yang baru karena kapasitas untuk menyelesaikan jenazah di sini satu hari cuma delapan, sedangkan kebutuhannya sudah semakin meningkat dan tempat seperti ini perlu dibikin lagi di tempat lain,” ujarnya saat menghadiri dan membuka Pesamuan Agung (MGPSSR) Pusat ke XIV Tahun 2019 di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar, Minggu (10/3).
Menurutnya jika ada tanah provinsi yang layak dipakai untuk kebutuhan tersebut maka ia sebagai Gubernur mempersilakan untuk menggunakan. Ia menambahkan, secara ideal tempat fasilitas seperti ini dibangun berdekatan dengan laut sehingga prosesinya bisa dilaksanakan dengan lebih cepat. Berdasarkan pengalamannya, Gubernur Koster menilai sangat efisien sehingga pola ini bisa dikembangkan lebih banyak di Bali.
Dalam sambutannya Gubernur Koster berharap program-program kemanusiaan yang dijalankan oleh pasemetonan terus dikembangkan tidak hanya di internal pasemetonan namun hingga seluruh Bali, Indonesia bahkan dunia. Ia mengatakan, sebagai ikatan pasemetonan terbesar, semeton Pasek diharapkan peka terhadap kondisi sosial umat dan masyarakat.
[pilihan-redaksi2]
“Filosofi menyama braya agar diimplementasikan dalam program pasemetonan misalnya dengan program membantu keluarga semeton yang kurang mampu tidak hanya dalam hal upacara yadnya tapi juga dalam hal kehidupan sosial ekonomi,” ujarnya.
“Filosofi menyama braya agar diimplementasikan dalam program pasemetonan misalnya dengan program membantu keluarga semeton yang kurang mampu tidak hanya dalam hal upacara yadnya tapi juga dalam hal kehidupan sosial ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, selanjutnya program tersebut agar ditingkatkan menjangkau masyarakat lainnya di seluruh Bali. Begitu juga dengan program program kemanusiaan lainnya, Koster berharap bisa terus dikembangkan di seluruh Bali. “Bahkan seperti harapan Ketua (Umum) tadi tidak hanya Bali, luar Bali, Indonesia bahkan mendunia,” katanya.
Pembukaan Pesamuan Agung yang diketuai Prof. Gede Pitana ini dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Ketua Umum MGPSSR Prof. Wayan Wita, Presiden World Hindu Parisad Made Mangku Pastika, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan anggota DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1967 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026