Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tim SMAN 8 Denpasar Raih Perunggu di Ajang I-Finog 2019

Selasa, 23 April 2019, 06:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Malaysia. Tim Peneliti SMAN 8 Denpasar berhasil meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi penelitian International Festival Of Innovation On Green Technology (I-Finog 2019) di Universitas Malaysia Pahang. Tim yang terdiri dari Ni Made Putri Liana Pratiwi , Puspa Ayu Faranisa , I Gusti Ayu Made Lisya Pradnya Dewi , I Putu Setiawan Harta Nugraha  dan I Putu Gede Krisna Yoga Yasa berhasil meraih perunggu setelah berkompetisi dengan 258 tim peserta dari Malaysia, Indonesia, Jerman, Kazakhstan dan Sudan.

Dalam kompetisi yang berlangsung dari tanggal 19 - 21 April 2019, tim SMAN 8 Denpasar menampilkan penelitian berjudul Pemanfaatan Daun Glodok Tiang (Polythea Longifolia) Sebagai Peredam Pencemaran Udara. Dimana Bentuk dan ukuran peredam pencemaran udara ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Ni Made Putri Liana Pratiwi mengungkapkan pemanfaatan sampah daun glodok sebagai upaya mengurangi volume sampah. Apalagi daun glodok tiang berpotensi  mengurangi pencemaran udara.    

“Efektivitas glodok tiang sebagai peredam pencemaran udara dengan ketebalan 2 cm mampu menyerap CO2 hingga 33,3%, CO sebesar 90% dan HC sebesar 95,2%. Prototype ini berupa persegi panjang dengan ukuran 30 cm kali 20 cm kali 2 cm” ungkap Liana saat dikonfirmasi melalui telepon pada Senin (22/4) malam.

Sedangkan Puspa Ayu Faranisa mengaku awalnya tidak memasang target dalam mengikuti ajang I-Finog 2019. Dinyatakan lolos untuk mengikuti kompetisi I-Finog 2019 di Malaysia sudah merupakan suatu kebahagiaan.  

“Dibalik kebahagiaan kami, kami juga merasa semakin semangat. Sehingga persiapan demi persiapan kami lakukan untuk hasil yang diharapkan. Kami yakin bahwa perjuangan tidak akan menghianati hasil. Sehingga apapun hasilnya, menang atau kalah itu bonus bagi kami” kata Faranisa.

Faranisa mengungkapkan ikut kompetisi I-Finog 2019 menjadi pengalaman yang berharga, ditambah dengan perolehan medali perunggu adalah sebuah anugerah di akhir bulan April 2019. Namun medali perunggu yang diraih dipastikan bukan sebuah akhir dari perjalanan, namun ini adalah awal dari perjalanan.[bbn/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami