Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kapolda Bali: Pengendara Motor Harusnya Bukan Pakai Udeng, Helm Disimpan

Senin, 29 April 2019, 22:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengakui penyebab tingginya kecelakaan lalu lintas di Bali, karena ketidakpatuhan berlalu lintas. Salah satu contoh tingginya kecelakaan lalu lintas karena pengendara sepeda motor. 
 
[pilihan-redaksi]
“Pengendara motor di Bali rata-rata kalau ada keagamaan, harusnya udengnya disimpan. Bukan memakai udeng, helmnya disimpan. Sehingga banyak kecelakaan terutama kendaraan bermotor,” bebernya. 
 
Irjen Golose berjanji akan pelan-pelan merubah hal ini untuk tujuan keselamatan. “Ini sebenarnya bisa dirubah pelan-pelan. Kalau saya lihat trend penurunan bukan peningkatan tapi penurunannya luar biasa di Bali,” sebutnya dalam giat Operasi Keselamatan Agung 2019 yang berlangsung di halaman Mapolda Bali, Senin (29/4).  
 
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menegaskan, tingkat ketidakpatuhan berlalu-lintas sangat tinggi di Bali. Salah satu pelanggar terbanyak adalah kaum millennial yang usianya antara 17 tahun hingga 35 tahun. 
 
Didampingi Direktur Ditlantas Polda Bali Kombespol AA Made Sudana, Irjen Golose menegaskan, Operasi Keselamatan ini dilaksanakan untuk menjaga, memberikan edukasi serta pencerahan kepada masyarakat dalam berlalulintas. Diharapkan, dalam pelaksanaannya menjadikan Bali sebagai model tertib berlalulintas.  
 
[pilihan-redaksi2]
“Karena berbicara Operasi Keselamatan, tentunya target yang saya bebankan kepada Direktur Lantas adalah menurunkan angka kematian, angka kecelakaan yang mengakibatkan luka berat,” ujar jenderal asal Manado Sulawesi Utara ini. 
 
Irjen Golose mengatakan, pihaknya sering menegaskan agar dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan yang dulu dikenal dengan Operasi Simpatik ini, bisa berjalan dengan baik. Apalagi untuk daerah Bali sebagai etalase dunia pariwisata yang merupakan pagar dan halaman depan Indonesia. 
 
“Di Bali, banyak turis yang datang, dan kita sebagai bangsa Indonesia yang mau tertib bersama-sama menjaga budaya keselamatan berlalulintas,” tegasnya.(bbn/Spy/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami