Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Sound Healing di Ubud: Menyingkap Alam Bawah Sadar untuk Pemulihan dan Rilis Emosi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di tengah reputasi Ubud sebagai pusat penyembuhan spiritual, praktik meditasi suara atau sound healing kini semakin diminati sebagai metode untuk menyingkap alam bawah sadar.
Fa Pawaka, praktisi meditasi suara yang telah mendalami bidang tersebut selama delapan tahun secara otodidak, mengungkapkan bahwa teknik ini bukan sekadar relaksasi, tetapi sarana pemulihan mendalam bagi pikiran, mental hingga fisik.
Menurut Fa, efektivitas terapi suara paling tinggi dirasakan ketika seseorang berada dalam kondisi antara tidur dan terjaga yang disebut meditative state. Dalam kondisi tersebut, getaran suara diyakini mampu membawa tubuh ke tingkat relaksasi yang sangat dalam.
Baca juga:
Suryani Institute dan FK Unud Edukasi Kesehatan Mental Mahasiswa UIN Walisongo Lewat Meditasi
"Sebenarnya lebih detail kalau jangan tidur karena kita harus sadar. Tapi suara ini karena membuat sangat rileks, kadang-kadang suka tertidur," ujar Fa saat ditemui di Ubud pada peresmian Birkenstock Umah Ubud, Sabtu (15/08/2026).
Meski tertidur tidak dilarang ketika tubuh memang membutuhkannya, menurut Fa kondisi sadar di ambang tidur menjadi keadaan yang mendukung proses terapi suara.
Mengandalkan Getaran dan Frekuensi
Dalam praktiknya, Fa menggunakan berbagai instrumen seperti Alchemy Bowl dari kristal, gong, tuning fork hingga chimes. Ia meyakini frekuensi tertentu memiliki kemampuan penyembuhan yang spesifik pada titik-titik tubuh.
Sebagai contoh, nada "Fa" dikaitkan dengan cakra hati, sementara nada lainnya disebut dapat dirasakan getarannya di bagian kepala atau tenggorokan.
Fa mengibaratkan efek getaran tersebut seperti tuning fork yang dicelupkan ke air. Menurutnya, getaran dapat mengatur ulang cairan dan darah di dalam tubuh kembali ke level dasarnya.
Ia juga meyakini bahwa pada masa mendatang frekuensi suara yang tepat dapat dikembangkan untuk membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. "Salah satu aspek krusial dari sound healing adalah kemampuannya memicu pelepasan (release) emosi," sebutnya.
Fa kerap mengombinasikan sesi suara dengan teknik pernapasan atau breathwork untuk membangkitkan emosi yang dianggap terpendam di alam bawah sadar.
"Ada yang sekali sesi itu bisa keluar semua emosinya, nangis apa semua. Jadi apapun yang terpendam itu keluar," jelasnya.
Menurut Fa, trauma atau emosi yang terperangkap dalam tubuh apabila tidak dikeluarkan dapat berdampak terhadap kondisi fisik. Melalui terapi suara, energi negatif tersebut diyakini dapat dirilis sehingga tubuh menjadi lebih rileks.
Wanita dengan nama lengkap Fahrani Hasanah Pawaka Empel tersebut berharap masyarakat semakin menyadari kekuatan frekuensi suara bagi kesehatan.
"Suara itu tidak bisa dibilang (dijelaskan), harus dirasakan sendiri efeknya," pungkas Fa Pawaka yang juga model internasional dan desainer kacamata ini.

Birkenstock Umah Ubud Hadirkan Ruang Komunitas
Peresmian Birkenstock Umah Ubud menjadi salah satu momentum yang mempertemukan praktik wellness, budaya dan aktivitas komunitas di Ubud.
Birkenstock Umah Ubud merupakan destinasi retail dan komunitas pertama Birkenstock di Indonesia yang berlokasi di jantung Ubud, Bali. Ruang tersebut menghadirkan perpaduan craftsmanship, budaya dan kreativitas lokal.
Destinasi tersebut tidak hanya dirancang sebagai ruang retail, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi, pertukaran budaya dan aktivitas komunitas.
Berakar pada warisan lebih dari 250 tahun, Birkenstock membawa filosofi natural movement, tradisi craftsmanship lintas generasi dan gaya hidup autentik yang dinilai selaras dengan semangat kreatif, kekayaan budaya serta rasa kebersamaan masyarakat Bali.
Perayaan pembukaan Birkenstock Umah Ubud juga dirancang untuk menghormati tradisi, kesenian dan semangat Bali melalui rangkaian pengalaman budaya.
Nicholas Jones, Presiden Direktur PT MAP Active Adiperkasa, bersama Klaus Bauman, Chief Sales Officer Birkenstock, menyampaikan visi di balik hadirnya ruang tersebut. Keduanya menegaskan komitmen Birkenstock terhadap craftsmanship, kualitas dan desain yang tak lekang oleh waktu, sekaligus merayakan keselarasan antara warisan brand dan kekayaan identitas budaya Bali.
Salah satu sorotan pembukaan adalah Beyond Footprints, instalasi foto imersif yang mengajak para tamu berjalan melintasi jalur pasir alami dan meninggalkan jejak kaki ikonik Birkenstock sebagai bagian dari perjalanan personal mereka di ruang tersebut.
Diabadikan dari sudut pandang atas, setiap potret mengubah langkah sederhana menjadi kenangan khas dari Birkenstock Umah Ubud.
Editor: Redaksi
Reporter: Tim Liputan KPCPEN
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4562 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2363 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1628 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun