Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Peningkatan Keterpilihan Caleg Perempuan di Pemilu 2019 Disebabkan Efek Jokowi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi dari Universitas Ngurah Rai, Denpasar Dr. Luh Riniti Rahayu menyebutkan peningkatan keterpilihan calon legislatif (Caleg) perempuan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Bali salah satunya disebabkan oleh efek Jokowi.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut disampaikan menanggapi kemungkinan lolosnya 9 caleg perempuan untuk menjadi anggota DPRD Bali dan meningkatnya keterpilihan caleg perempuan di seluruh kabupaten di Bali.
“Disamping kesempatan 30 % penuh yang yang harus dipenuhi kepada perempuan di setiap dapil, ada faktor lain yang terlihat dapat meningkatkan keterpilihan perempuan Bali, yaitu efek ekor jas Presiden Jokowi,” ujar Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua LSM Perempuan Bali Sruti saat dikonfirmasi pada Selasa (7/5) di Denpasar.
Menurut Riniti yang merupakan aktivis perempuan ini, PDIP yang mengusung Jokowi mendapatkan suara yang meningkat drastis dibandingkan pemilu sebelumnya. PDIP akan mendominasi rumah rakyat di seluruh DPRD kabupaten dan Provinsi Bali dan tidak hanya caleg laki-laki, tentu saja perempuan yang menjadi caleg di PDIP juga mendapatkan berkah ini.
Riniti mengungkapkan peningkatan keterpilihan caleg perempuan akan melebihi prediksinya sebelumnya yaitu 11 %. Meskipun belum setara atau belum mencapai 30 % apalagi 50% perempuan di rumah rakyat, tentu adanya perempuan akan merepresentasikan keadilan masyarakat.
[pilihan-redaksi2]
“Soal kualitas? Itu persoalan lain, karena belum tentu perempuan lebih rendah kualitasnya daripada laki-laki. Yang jelas perempuan akan lebih mewarnai keadilan di rumah rakyat dan tentu akan diharapkan menghasilkan regulasi yang lebih pro terhadap rakyat,” kata Riniti.
Riniti yang merupakan mantan Komisioner KPUD Provinsi Bali 2003-2008 ini berharap perempuan wakil rakyat yg lama dan sudah pengalaman mampu merangkul sesama perempuan maupun caleg laki-laki untuk memperjuangkan aspirasi yang pro rakyat dan berkeadilan. Terutama dalam hal kebijakan-kebijakan yang menyangkut perempuan dan anak.
Sedangkan yang perempuan pendatang baru diharapkan mampu segera belajar cepat agar dapat segera beradaptasi sehingga mampu berkontribusi dalam tugas-tugas sebagai anggota DPRD yang pro rakyat.
“Aleg perempuan hendaknya menyadari bahwa keterpilihannya tidak saja merupakan simbol kesetaraan dari masyarakat, namun jg harus memahami dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat perempuan dan anak. Caleg perempuan harus memahami semua permasalahan Bali secara umum maupun permasalahan khusus dari dapilnya masing-masing,” tegas Riniti. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik