Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Produksi Pertanian Jembrana Tertinggi di Bali
Kamis, 13 Juni 2019,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana. Berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman padi di Kabupaten Jembrana ternyata mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian petani Jembrana tiap musimnya.
[pilihan-redaksi]
Dari hasil evaluasi yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Propinsi Bali, produksi pertanian Jembrana menempati di peringkat atas di Bali, bahkan mampu mengungguli produksi dari subak-subak lainnya di Bali. Hasil panen subak di Jembrana mampu berproduksi antara 7,5-8,5 ton.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Propinsi Bali, produksi pertanian Jembrana menempati di peringkat atas di Bali, bahkan mampu mengungguli produksi dari subak-subak lainnya di Bali. Hasil panen subak di Jembrana mampu berproduksi antara 7,5-8,5 ton.
“Hasil itu merupakan yang tertinggi di Bali, dari 6. 725 ha luas areal subak yang ada di kabupaten Jembrana,“ kata I Wayan Sutama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

Untuk mempertahankan capaian itu, terang Sutama, dilakukan dengan berbagai upaya konkret serta pendampingan di lapangan. Hal itu agar jumlah pemanfaatan luas tanam bisa terpenuhi target realisasinya. Diantaranya melalui pemenuhan pupuk, penyediaan varietas benih unggul, percepatan pengolahan tanam dengan alsintan (alat mesin pertanian ) .
“Kita bantu petani memenuhi hal-hal tersebut guna mendorong produksi pertanian. Anggarannya dialokasikan dari bantuan APBD , bantuan provisnsi dan ada juga dari pusat,” papar Sutama.
Sementara terkait sarana produksi (saprodi) khususnya pengadaan pupuk, Sutama mengatakan, pendistribusiannya menggunakan sistem pipa tertutup. Jadi pupuk hanya bisa didistribusikan sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Pentani(RDKK) yang diajukan subak bukan perorangan.
[pilihan-redaksi2]
“Ini yang sudah biasa dilakukan oleh para petani kita disini (Jembrana). Makanya, kalau ada lahan yang sampai saat ini belum tercover di RDKK saya harapkan segera disesuaikan oleh kelian subak bersama PPL pertanian di lapangan. Ini sangat penting mengingat, hasil produksi yang maksimal berrgantung dari sarana yang ada terutama masalah pupuk itu sendiri,” ungkap Sutama.
“Ini yang sudah biasa dilakukan oleh para petani kita disini (Jembrana). Makanya, kalau ada lahan yang sampai saat ini belum tercover di RDKK saya harapkan segera disesuaikan oleh kelian subak bersama PPL pertanian di lapangan. Ini sangat penting mengingat, hasil produksi yang maksimal berrgantung dari sarana yang ada terutama masalah pupuk itu sendiri,” ungkap Sutama.
Untuk diketahui, setiap hektar sawah, petani membutuhkan pupuk urea sebanyak 200 kg, NPK 200-300 kg . “Jika pola ini diterapkan tepat sasaran dan tepat waktu maka kami yakin produksi pertanian kita akan selalu meningkat,“ cetusnya.
Kedepan, para petani Jembrana juga akan difasilitasi Kartu Tani yang memungkinkan segala macam bantuan subsidi pemerintah diterima secara langsung. Dengan kartu tani itu , distribusi pupuk subsidi akan lebih tepat sasaran dan efisien.(bbn/jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 283 Kali
02
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 214 Kali
03
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 209 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 188 Kali
05
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 182 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026