Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 5 November 2026
Lewat Pergub 79 Tahun 2018, Pemprov Tidak Pernah Melarang Penggunaan Kain tertentu
Sabtu, 21 September 2019,
16:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dalam Peraturan Gubernur Bali nomor 79 tahun 2018, tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, tidak pernah melarang jenis kain atau merek kain sebagai bahan untuk busana adat Bali.
[pilihan-redaksi]
Pada beberapa pasalnya hanya mengatur unsur Busana Adat Bali, Waktu, Tempat, Pengguna, Etika dan peran aktif masyarakat dalam menggunakan Busana Adat Bali. Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, A.A Ngurah Oka Sutha Diana, kepada media di sela-sela acara Bali Resik di Pantai Sanur, Sabtu (21/9). “Pergub 79 Tahun 2018 tidak pernah melarang penggunaan kain tertentu,” tegasnya.
Pada beberapa pasalnya hanya mengatur unsur Busana Adat Bali, Waktu, Tempat, Pengguna, Etika dan peran aktif masyarakat dalam menggunakan Busana Adat Bali. Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, A.A Ngurah Oka Sutha Diana, kepada media di sela-sela acara Bali Resik di Pantai Sanur, Sabtu (21/9). “Pergub 79 Tahun 2018 tidak pernah melarang penggunaan kain tertentu,” tegasnya.
Mantan Kabag Protokol yang sudah kenyang dengan asam garamnya aturan-aturan keprotokolan ini menjelaskan bahwa dalam Pergub nomor 79 tahun 2018 yang diatur hal-hal seperti unsur Busana Adat Bali untuk Perempuan sekurang-kurangnya terdiri dari Kebaya, Kamen, selendang (senteng) dan tata rambut rapi. Untuk laki-laki sekurang-kurangnya harus terdiri atas, Destar (udeng), Baju, Kampuh, selendang dan kamen.
Cuma dalam Etika Penggunaan Busana Adat Bali harus disesuaikan dengan nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan dan kepantasan yang berlaku di masyarakat. Ketentuan seperti ini adalah ketentuan lazim yang memang merupakan bagian dari tata krama dan sopan santun dalam kehidupan masyarakat Bali khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Lebih jauh Agung Sutha menjelaskan bahwa dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah nomor 528 tahun 2019 tentang Etika Penggunaan Busana Adat Bali di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang merupakan perpanjangan dari Pergub nomor 79 tahun 2018 hanya mempertegas unsur dari Busana Adat Bali, bukan melarang jenis kain atau merek kain.
Lebih jauh Agung Sutha menjelaskan bahwa dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah nomor 528 tahun 2019 tentang Etika Penggunaan Busana Adat Bali di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang merupakan perpanjangan dari Pergub nomor 79 tahun 2018 hanya mempertegas unsur dari Busana Adat Bali, bukan melarang jenis kain atau merek kain.
Kesimpulannya bahwa semua aturan yang terkait dengan Busana Adat Bali yang ada di Pemprov Bali tidak pernah melarang penggunaan kain tertentu, yang ditekankan adalah nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan dan kepantasan yang berlaku di masyarakat. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
02
03
04
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 598 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 474 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026