Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Siswa Sekolah SDN 1 Kesimpar Belajar di Ruang Kelas yang Rapuh dan Bocor

Jumat, 20 Desember 2019, 08:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Kondisi beberapa bangunan ruangan kelas di SD Negeri 1 Kesimpar, Abang, Karangasem, kondisinya cukup memprihatinkan. Ditengah gencarnya wacana untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, puluhan siswa SD N 1 Kesimpar justru terpaksa belajar di bangunan kelas yang rapuh dengan penuh rasa cemas.

Seperti pemandangan Kamis (19/12/2019) ketika sejumlah awak media datang ke sekolah tersebut untuk melihat secara langsung kondisi bangunan ruangan kelas di SD N 1 Kesimpar. Terlihat, di beberapa titik terutama pada bagian atap ruangan kelas gentengnya ada yang copot. Di dalam ruangan bagian flapon juga terlihat mulai bergelombang bahkan di beberapa sudut mulai lepas.

Menurut Kepala Sekolah SDN 1 Kesimpar, Nyoman Reti, di SDN 1 Kesimpar ada dua buah bangunan yang terletak di lahan yang posisinya di bagian atas dan posisi sedikit berada di bawah.

Bangunan yang letaknya di lahan yang lebih tinggi, difungsikan sebagai ruangan guru dan ruang kelas 4 sementara bangunan yang posisinya berada di bawah difungsikan menjadi 3 ruangan kelas.

"Bangunan yang di atas sempat di renovasi pada tahun 2010. Sedangkan bangunan yang posisinya lebih di bawah kurang lebih selama 15 tahun belum pernah diperbaiki," ujarnya.

Ditengah situasi yang kurang nyaman tersebut, para siswa juga harus berbagi kelas dimana salah satu ruang kelas hanya bersekat triplek saja agar bisa difungsikan menjadi dua kelas sekaligus yaitu untuk kelas 1 dan 2.

Tak sampai disana, akibat mulai rapuhnya bagian atap, ruangan kelas 5 terpaksa hanya difungsikan setengah saja karena khawatir atap akan jebol.

“Sempat berupaya akan diperbaiki, tukang yang mengerjakan saat itu mengatakan bahwa kondisi kayu alas genteng sudah lapuk,” ujarnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun juga terungkap bahwa, lahan tempat sekolah dasar yang kini memiliki 85 orang siswa tersebut dibangunan status tanahnya masih meminjam.

Hal ini dibenarkan oleh seorang wali siswa, hanya saja yang bersangkutan tidak mau namanya dimediakan. Menurutnya, ada 4 orang pemilik tanah tempat sekolah tersebut dibangun bahkan salah satunya adalah dirinya.

"Ya sampai sekarang belum ada yang membahas soal itu. Bahkan surat peminjaman secara resmi pun tidak ada,” tuturnya.

Meski demikian, harapan dari para wali siswa, Guru dan siswa agar bangunan sekolah bisa segera diperbaiki sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar tanpa dihantui rasa cemas terlebih ketika musim hujan tiba sudah barang tentu akan bocor di sana - sini. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami