Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Siswa Sekolah SDN 1 Kesimpar Belajar di Ruang Kelas yang Rapuh dan Bocor
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kondisi beberapa bangunan ruangan kelas di SD Negeri 1 Kesimpar, Abang, Karangasem, kondisinya cukup memprihatinkan. Ditengah gencarnya wacana untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, puluhan siswa SD N 1 Kesimpar justru terpaksa belajar di bangunan kelas yang rapuh dengan penuh rasa cemas.
Seperti pemandangan Kamis (19/12/2019) ketika sejumlah awak media datang ke sekolah tersebut untuk melihat secara langsung kondisi bangunan ruangan kelas di SD N 1 Kesimpar. Terlihat, di beberapa titik terutama pada bagian atap ruangan kelas gentengnya ada yang copot. Di dalam ruangan bagian flapon juga terlihat mulai bergelombang bahkan di beberapa sudut mulai lepas.
Menurut Kepala Sekolah SDN 1 Kesimpar, Nyoman Reti, di SDN 1 Kesimpar ada dua buah bangunan yang terletak di lahan yang posisinya di bagian atas dan posisi sedikit berada di bawah.
Bangunan yang letaknya di lahan yang lebih tinggi, difungsikan sebagai ruangan guru dan ruang kelas 4 sementara bangunan yang posisinya berada di bawah difungsikan menjadi 3 ruangan kelas.
"Bangunan yang di atas sempat di renovasi pada tahun 2010. Sedangkan bangunan yang posisinya lebih di bawah kurang lebih selama 15 tahun belum pernah diperbaiki," ujarnya.
Ditengah situasi yang kurang nyaman tersebut, para siswa juga harus berbagi kelas dimana salah satu ruang kelas hanya bersekat triplek saja agar bisa difungsikan menjadi dua kelas sekaligus yaitu untuk kelas 1 dan 2.
Tak sampai disana, akibat mulai rapuhnya bagian atap, ruangan kelas 5 terpaksa hanya difungsikan setengah saja karena khawatir atap akan jebol.
“Sempat berupaya akan diperbaiki, tukang yang mengerjakan saat itu mengatakan bahwa kondisi kayu alas genteng sudah lapuk,” ujarnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun juga terungkap bahwa, lahan tempat sekolah dasar yang kini memiliki 85 orang siswa tersebut dibangunan status tanahnya masih meminjam.
Hal ini dibenarkan oleh seorang wali siswa, hanya saja yang bersangkutan tidak mau namanya dimediakan. Menurutnya, ada 4 orang pemilik tanah tempat sekolah tersebut dibangun bahkan salah satunya adalah dirinya.
"Ya sampai sekarang belum ada yang membahas soal itu. Bahkan surat peminjaman secara resmi pun tidak ada,” tuturnya.
Meski demikian, harapan dari para wali siswa, Guru dan siswa agar bangunan sekolah bisa segera diperbaiki sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar tanpa dihantui rasa cemas terlebih ketika musim hujan tiba sudah barang tentu akan bocor di sana - sini.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3836 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang