Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Menyebar di 12 Negara, Kenali Gejala dan Pencegahan Virus Corona
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Merebaknya virus corona yang dimulai dari kota Wuhan di China membuat dunia khawatir. Terlebih virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah ( SARS) ini sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. Selain itu, virus corona diketahui juga sudah menyebar ke 12 negara lainnya.
Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) mengumumkan, virus corona yang saat ini mewabah merupakan virus corona jenis baru atau dikenal dengan Novel coronavirus (2019-nCov).
"Ini virus corona jenis baru, makanya namanya Novel coronavirus," ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (PTVz) di Kemenkes, dr Siti Nadia Tirmizi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/1/2020).
Kendati belum dapat dipastikan penyebab penularannya, pihaknya meminta masyarakat agar waspada dan mengetahui gejala klinis dan pencegahan virus 2019-nCov ini. Lantas apa itu virus 2019-nCov?
Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan di mana virus ini masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS. Adapun virus ini berasal dari Kota Wuhan, China.
Sementara itu, gejala klinis yang dapat dikenali dari virus 2019-nCov antara lain, demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu.
Pencegahan virus Corona Meski virus ini terus merebak di sejumlah negara dan belum tersedia vaksinnya, Anda dapat melakukan upaya pencegahan sebagai berikut: Sering mencuci tangan menggunakan sabun, Gunakan masker jika batuk atau pilek, Konsumsi gizi seimbang dan perbanyak mengonsumsi buah dan sayur. Rajin berolahraga dan istirahat cukup, Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak. Jika mengalami batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan. Hati-hati kontak dengan hewan.
Jika Anda akan melakukan perjalanan ke China sebaiknya menggunakan masker bila berada di kerumuman orang. Apabila saat dalam perjalanan atau saat kembali ke Indonesia Anda mengalami sesak napas, segeralah menghubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanan.
Karena virus mematikan ini berawal dari hewan, maka Anda tidak disarankan untuk mengunjungi pasar hewan. Sebab penularan virus akan lebih mudah dari perantara hewan ke manusia.
Bagi petugas kesehatan Di sisi lain, pencegahan agar tidak tertular Novel coronavirus juga harus diperhatikan bagi petugas kesehatan. Adapun kiat-kiatnya antara lain, menghindari kontak/jarak dekat dengan penderita ISPA, menggunakan alat pelindung diri (APD), dan sering mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungan orang sakit.
Kemudian, petugas kesehatan baiknya mengingatkan kepada orang dengan gejala ISPA harus menerapkan etika batuk (jaga jarak dengan orang atau menutup mulut dan hidung dengan tisu atau baju saat batuk atau bersin).[sumber: kompas.com]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik