Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Hingga Kini Tercatat 37.525 Kasus Infeksi Corona, 813 Meninggal Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jumlah kematian akibat virus corona masih terus meningkat. Tercatat ada 811 kasus kematian di China yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut hingga Minggu (9/2/2020). Jumlah kematian tersebut terjadi hanya dalam jangka waktu satu bulan usai virus corona dilaporkan oleh Pemerintah China pada 31 Desember 2019 lalu.
Melansir New York Times, peningkatan jumlah ini telah melampaui total kematian yang disebabkan oleh epidemi SARS pada tahun 2002 hingga 2003. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, hingga kini, tercatat 37.525 kasus infeksi virus corona di seluruh dunia. Sementara, jumlah orang yang sembuh dari kasus ini juga terus meningkat, yaitu sebanyak 2.689 kasus.
Jumlah kematian melebihi SARS Epidemi SARS, yang juga dimulai dari China, sebelumnya telah menewaskan 774 orang di seluruh dunia. Dengan bertambahnya kasus kematian di China akibat virus corona, maka jumlah kematian total di seluruh dunia yang disebabkan oleh virus ini sebanyak 813 kematian. Jumlah ini sudah melebihi jumlah kasus kematian yang diakibatkan oleh virus SARS.
Dilansir dari kompas.com, kasus baru yang tercatat adalah 89 kematian dan 2.656 infeksi dalam 24 jam terakhir. Kebanyakan dari kasus-kasus ini terjadi di Provinsi Hubei, yang disebut sebagai pusat dari wabah ini.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperingatkan untuk tidak terlalu berlandaskan angka dalam menilai kondisi wabah. WHO mengungkapkan bahwa Kota Wuhan dan Provinsi Hubei masih berada di tengah wabah virus corona yang intens.
"Masih sangat, sangat awal untuk membuat prediksi apapun," kata Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Dr. Michael Ryan sebagaimana dikutip dalam The New York Times.
Menurut Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, upaya-upaya yang dilakukan di Hubei terlihat "membuahkan hasil". Namun, ia memperingatkan bahwa wabah seperti virus corona tersebut tidak dapat diprediksi.
"Kita harus memahaminya dengan hati-hati karena virus dapat menunjukkan stabilitas dalam beberapa hari dan dapat pula meningkat setelahnya," ungkap Tedros. Dr. Tedros mengatakan bahwa WHO telah mempersiapkan tim ahli yang akan pergi ke China untuk menyediakan bantuan dalam penanganan wabah ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3836 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang