Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
955 Ekor Babi Mati, Mayoritas Diduga Terserang Penyakit ASF
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Angka kematian babi di Bali terus meningkat. Hingga kini jumlah babi yang mati mencapai 955 ekor dan mayoritas penyebab kamatian menjurus akibat penyakit demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF).
Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, angka kematian babi di Bali kini total mencapai 955 ekor, bertambah dari jumlah sebelumnya 899 ekor. Kematian babi terakhir terjadi di wilayah Desa Bungkulan, Kabupaten Buleleng, dimana jumlah babi yang mati di wilayah ini mencapai 56 ekor.
"Hingga kini jumlah babi yang mati 955 ekor, 899 ekor menjurus (diduga mati) karena ASF,"ujar I Ketut Gede Nata Kesuma, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, di Denpasar (17/2/2020).
Meski jumlah babi yang mati di Buleleng mencapai 56 ekor, namun dinas pertanian dan ketahanan pangan Bali menyatakan itu bukan disebabkan oleh penyakit demam babi Afrika atau ASF.
"Kematian 56 ekor babi di Buleleng itu akibat kematian biasa. Ciri ciri kematiannya beda dengan ciri kematian babi jika terkena ASF,"jelasnya
Sebelumnya, jumlah babi yang mati di Bali mencapai 899 ekor diduga atau menjurus akibat demam babi afrika (ASF). Ratusan ekor babi yang mati tersebar di empat kabupaten yakni Badung, Tabanan, Denpasar, dan Gianyar. Angka kematian babi tertinggi terjadi di wilayah kabupaten Badung.
Meski diduga ASF, namun hingga saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali mengaku belum menerima hasil laboratorium balai veteriner yang ada di Medan Sumatera Utara terkait penyebab pasti kematian ratusan ekor babi di Bali yang kini hampir mencapai seribu ekor.
Selain meminta peternak untuk melakukan bio security kandang secara ketat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali juga minta peternak untuk segera mengubur babi yang mati dan tidak membuangnya ke sungai atau pantai.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan