Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
955 Ekor Babi Mati, Mayoritas Diduga Terserang Penyakit ASF
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Angka kematian babi di Bali terus meningkat. Hingga kini jumlah babi yang mati mencapai 955 ekor dan mayoritas penyebab kamatian menjurus akibat penyakit demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF).
Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, angka kematian babi di Bali kini total mencapai 955 ekor, bertambah dari jumlah sebelumnya 899 ekor. Kematian babi terakhir terjadi di wilayah Desa Bungkulan, Kabupaten Buleleng, dimana jumlah babi yang mati di wilayah ini mencapai 56 ekor.
"Hingga kini jumlah babi yang mati 955 ekor, 899 ekor menjurus (diduga mati) karena ASF,"ujar I Ketut Gede Nata Kesuma, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, di Denpasar (17/2/2020).
Meski jumlah babi yang mati di Buleleng mencapai 56 ekor, namun dinas pertanian dan ketahanan pangan Bali menyatakan itu bukan disebabkan oleh penyakit demam babi Afrika atau ASF.
"Kematian 56 ekor babi di Buleleng itu akibat kematian biasa. Ciri ciri kematiannya beda dengan ciri kematian babi jika terkena ASF,"jelasnya
Sebelumnya, jumlah babi yang mati di Bali mencapai 899 ekor diduga atau menjurus akibat demam babi afrika (ASF). Ratusan ekor babi yang mati tersebar di empat kabupaten yakni Badung, Tabanan, Denpasar, dan Gianyar. Angka kematian babi tertinggi terjadi di wilayah kabupaten Badung.
Meski diduga ASF, namun hingga saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali mengaku belum menerima hasil laboratorium balai veteriner yang ada di Medan Sumatera Utara terkait penyebab pasti kematian ratusan ekor babi di Bali yang kini hampir mencapai seribu ekor.
Selain meminta peternak untuk melakukan bio security kandang secara ketat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali juga minta peternak untuk segera mengubur babi yang mati dan tidak membuangnya ke sungai atau pantai.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2512 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun