Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dikira Mabuk dan Tidur, Akhirnya Tewas Karena Tak Ada yang Berani Mendekat

WNA Tewas di Jalan Imam Bonjol

Minggu, 15 Maret 2020, 22:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Hingga kini belum diketahui pasti, apakah wisatawan asing yang tewas di depan Angkringan Pring di Jalan Imam Bonjol Denpasar Barat, Minggu (15/3/2020) siang, adalah korban virus Corona. Namun dari keterangan sejumlah saksi, bule pria itu awalnya terlihat mabuk lalu tertidur sebelum akhirnya tewas di atas sepeda motornya.

Hingga kini tidak ada yang mengetahui pasti penyakit apa yang diderita pria warga asing tersebut. Juga penyebab kematiannya. 

Bahkan warga juga tidak berani mendekat ke lokasi karena takut terjangkit virus mematikan tersebut. 

"Saat evakuasi, warga takut tidak berani mendekat karena sekarang ini merebak virus Corona," ungkap sumber di lokasi kejadian.

Sejumlah saksi mata menerangkan, bule  pria itu ditemukan tewas di atas sepeda motor Honda Karisma DK 4267 FL. Ia ditemukan persis di depan angkringan Pring, sebelah selatan simpang Teuku Umar Barat, Denpasar Barat, Minggu (15/3) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelum ditemukan tewas, warga sempat melihat korban mengendarai motor dalam kondisi tidak mengenakan baju. Hanya mengenakan celana pendek warma hitam dan sepatu warna hitam.

Bule itu datang dari arah utara ke selatan. Setibanya di lokasi, ia mendadak mengalami kejang-kejang dan terlihat hendak muntah. Bahkan ada warga mengira pria warga negara asing itu habis mabuk di suatu tempat.

Tak lama bule tersebut seperti sedang tertidur di atas sepeda motor. Namun ternyata ia telah tewas saat dicek petugas medis. 

"Awalnya dikira tidur tapi ternyata sudah tewas," ujar sumber.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 Wita, petugas dari rumah sakit Wangaya Denpasar lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD), tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban.

Melihat petugas medis datang, warga memilih menjauh karena petugas datang dengan mengenakan kostum Alat Pelindung Diri (APD) layaknya menangani pasien Corona. Sejurus kemudian, jenasah dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar.

"Korban sudah dievakuasi ke Sanglah. Korban sudah meninggal," terang IB Joni Arimbawa selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (15/3/2020).
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami