Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Peringati Puputan Klungkung Ke 112, Swastika Bali Gelar Seminar Lelintihan Wong Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam rangka peringatan Hari Puputan Klungkung ke 112 tahun 2020, Komunitas Swastika Bali akan menggelar Seminar dan Dialog Buku dengan judul “Lelintihan Wong Bali” yang disusun oleh Tjokorda Raka Putra akademisi yang juga selaku penglingsir Puri Agung Saraswati Semarapura Klungkung.
Seminar rencananya dilaksanakan pada Tanggal 29 April 2020 bertempat di Wantilan Puri Agung Klungkung mengundang tokoh dan seluruh perwakilan Paiketan Pratisentana/Soroh yang ada di Bali.
Persiapan seminar diawali dengan menggelar dialog-dialog kecil dengan berbagai pengurus Paiketan Pasemetonan agar maksud dan tujuan disusunnya buku Lelintihan Wong Bali bisa dipahami dan nantinya benar-benar bermanfaat bagi kehidupan karma Bali.
Terkait teknis pelaksanaan Seminar Senin (16/3/2020) malam, Swastika Bali kembali menggelar rapat koordinasi mengundang Tjokorda Raka Putra selaku penulis yang dilaksanakan di Wantilan Penggak Men Mersi Jl. Supratman, Kesiman Denpasar. Turut hadir pada kesempatan ini, sejumlah tokoh antara lain Penglingsir Puri Kesiman A. A. Ngurah Kusuma Wardana, Ketua Swastika Bali, Pemerhati dan sejumlah perwakilan Paiketan Pratisentana yang ada di Bali.
Penulis buku Tjokorda Raka Putra mengatakan, dirinya terpanggil menulis buku Lelintihan Wong Bali sehubungan masih banyaknya warga yang datang ke Puri menanyakan masalah lelintihan keluarga dengan berbagai alasan terutama terkait dengan permasalahan keluarga besar, karenanya kami berusaha menyusun buku tentang Lelintihan Wong Bali agar kedepan ada panduan sejarah bagi karma Bali melalui pemahaman lelintihan mulai jaman Bali Mula dan Jaman Kerajaan. Tujuannya tiada lain adalah untuk membangun rasa persatuan dan persaudaraan dikalangan warga Bali, jelasnya.
Buku Lelintihan Wong Bali merupakan rangkuman dari sumber-sumber resmi yang ada di Bali baik berupa prasasti maupun cacatan lelintihan keluarga yang disampaikan oleh sejumlah Paiketan Pratisentana yang ada di Bali. “Buku ini adalah karya akademis dengan sumber reprensi yang jelas dan pembahasannya masih dibatasi tetang lelintihan Wangsa Wong Bali saja”, tegas Tjokorda Raka Putra.
Sejumlah masukan disampaikan oleh peserta rapat bahwa saat ini ada banyak permasalahan di Bali. Bali ini sudah terkotak-kotak dan hal itu berdampak luas terhadap kententraman warga di Bali. “Sudah saat kita mulai jujur menyampaikan bobrok Bali”, tegas Turah Kusuma Wardana.
Ketua Pasemetonan Ageng Trah Shri Arya Sentong I Gusti Ngurah Putera Eka Santosa mengatakan tujuan dilaksanakan Seminar adalah sebagai konsensus literasi sekaligus undangan bagi sejarawan dan pratisentana Wong Bali dalam menelusuri literasi leluhurnya sebelum buku di cetak pada akhir tahun 2020 yang akan datang, Seminar dilaksanakan di Klungkung sehubungan Klungkung pernah sebagai pusat kerajaan Bali di masa lalu, terangnya.
Sementara Pemerharti budaya asal Tabanan Made Nurbawa berharap, dengan adanya buku Lelintihan Wong Bali nantinya bisa menjadi landasan awal bagi seluruh karma Bali untuk mengenal dan memahami sejarah tatanan Bali agar bisa digunakan oleh karma Bali menelusuri nilai-nilai dasar kehidupan dan keyakinan orang Bali dan selanjutnya dapat dijadikan acuan menelusuri kondisi Bali dalam realitas kekinian sehingga bisa dijadikan alat “diagnose” memahami problema Bali menuju kondisi Bali yang ideal, pungkasnya.
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan