Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Siap Bawa Perubahan di Tabanan, Panji Astika: Tidak Ada Kekuasan yang Kekal
BERITABALI.COM, TABANAN.
Salah satu calon Bupati Kabupaten Tabanan yang diusung Partai Golkar, Anak Agung Ngurah Panji Astika, mengungkap alasannya ikut maju di Pilkada Serentak 2020 mendatang yakni karena masyarakat Tabanan menginginkan perubahan.
[pilihan-redaksi]
Ia menilai selama kepemimpinan pemimpin daerah Tabanan saat ini kurang mampu membawa ke arah perubahan yang signifikan.
"Tidak ada yang kekal di dunia ini, jika dilihat PDIP telah berkuasa selama 20 tahun di Kabupaten Tabanan. Selama 20 tahun ini kita dapat melihat ada potensi menginginkan sebuah perubahan. Karena mungkin masyarakat Tabanan melihat sampai saat ini perkembangan Tabanan belum begitu cukup memuaskan masyarakat," jelasnya, Jumat (24/7) di Denpasar.
Panji Astika menawarkan tampilan tatanan politik baru, cerdas, ideologis dan berkonsep jelas dalam upaya menuju kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat kedepan.
"Program-program bagus, maka saya yakin masyarakat Tabanan menginginkan untuk perubahan di Tabanan," ujarnya.
Selain itu, dalam membangun Tabanan ada 2 basis penting menjadi perhatian. Yaitu, pertanian dan budaya, apapun yang dibangun nantinya akan mengacu pada 2 hal tersebut.
"Pertanian dan Budaya merupakan dua kekuatan dari Tabanan," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1998 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun