Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gerai Jus Kampanyekan Prokes Lewat Gelas Ramah Lingkungan

Kamis, 5 November 2020, 20:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kampanye protokol kesehatan, bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk kalangan usaha. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pengusaha Buleleng, Gede Suardana, pemilik gerai sebuah gerai jus.

Gerai jus ini menjadi salah satu tempat nongkrong gaul bagi anak muda di Singaraja. Gerai ini menjual beragam menu minuman berupa jus, kopi ataupun yang lainnya.

Suardana secara sengaja membuat gelas sekali pakai berbahan ramah lingkungan bertuliskan Peduli Covid-19. Di situ ada ajakan untuk menggunakan masker, menjaga jarak ataupun ajakan untuk rajin mencuci tangan.

Kampanye melalui gelas sekali pakai ini, diharapkan bisa menyadarkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Setidaknya kita ikut memberi sumbangsih agar masyarakat mengingat dan sadar untuk menerapkan 3M ini supaya kondisi pandemic ini cepat berakhir. Kita semua hars peduli Covid-19,” ujar Suardana.  

Suardana mengaku ditengah pandemic, gerai miliknya memang kerap masih didatangi konsumen, baik hanya unutk ngopi, makan siang maupun sekedar bersantai. Karena itulah, dia ingin mengingatkan warga untuk tetap menjaga jarak ditengah aktivitas yang sedang dikerjakan oleh warga.

“Tempat ini kan sering digunakan untuk santai bahkan diskusi ringan bagi siapa saja. Jadi ditengah kondisipandemiini, penting sekali untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan ingat cuci tangan atau pakai hand sanitiser,” ujarnya.

Suardana juga mengaku mewajibkan karyawannya untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker maupun face shield atau alat pelindung wajah.

"Sekarang ada 6 karyawan.  Selama pandemi, jam buka kita kurangi. Tapi kami tetap buka. Supaya karyawan ada penghasilan meskipun dikurangi, setidaknya kita tidak memberhentikan mereka namun mereka wajib jug aikuti protokol kesehatan," ujar Suardana

Suardana mengakui, dari bulan april-agustus 2020 omzet usahanya berkurang hingga 70%. Bahkan beberapa bulan terakhir ia memilih untuk menjual sayuran secara online. Agar bisa memenuhi operasional usahanya. Selain itu Karyawan tetap mendapatkan gaji meskipun keuntungan tidak didapatkan. (NOV)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami