Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Gerai Jus Kampanyekan Prokes Lewat Gelas Ramah Lingkungan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kampanye protokol kesehatan, bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk kalangan usaha. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pengusaha Buleleng, Gede Suardana, pemilik gerai sebuah gerai jus.
Gerai jus ini menjadi salah satu tempat nongkrong gaul bagi anak muda di Singaraja. Gerai ini menjual beragam menu minuman berupa jus, kopi ataupun yang lainnya.
Suardana secara sengaja membuat gelas sekali pakai berbahan ramah lingkungan bertuliskan Peduli Covid-19. Di situ ada ajakan untuk menggunakan masker, menjaga jarak ataupun ajakan untuk rajin mencuci tangan.
Kampanye melalui gelas sekali pakai ini, diharapkan bisa menyadarkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Setidaknya kita ikut memberi sumbangsih agar masyarakat mengingat dan sadar untuk menerapkan 3M ini supaya kondisi pandemic ini cepat berakhir. Kita semua hars peduli Covid-19,” ujar Suardana.
Suardana mengaku ditengah pandemic, gerai miliknya memang kerap masih didatangi konsumen, baik hanya unutk ngopi, makan siang maupun sekedar bersantai. Karena itulah, dia ingin mengingatkan warga untuk tetap menjaga jarak ditengah aktivitas yang sedang dikerjakan oleh warga.
“Tempat ini kan sering digunakan untuk santai bahkan diskusi ringan bagi siapa saja. Jadi ditengah kondisipandemiini, penting sekali untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan ingat cuci tangan atau pakai hand sanitiser,” ujarnya.
Suardana juga mengaku mewajibkan karyawannya untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker maupun face shield atau alat pelindung wajah.
"Sekarang ada 6 karyawan. Selama pandemi, jam buka kita kurangi. Tapi kami tetap buka. Supaya karyawan ada penghasilan meskipun dikurangi, setidaknya kita tidak memberhentikan mereka namun mereka wajib jug aikuti protokol kesehatan," ujar Suardana
Suardana mengakui, dari bulan april-agustus 2020 omzet usahanya berkurang hingga 70%. Bahkan beberapa bulan terakhir ia memilih untuk menjual sayuran secara online. Agar bisa memenuhi operasional usahanya. Selain itu Karyawan tetap mendapatkan gaji meskipun keuntungan tidak didapatkan. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 298 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 231 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 213 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 194 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 192 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar