Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satgas Desa Adat Buleleng Gelar Operasi Taat Masker

Minggu, 29 November 2020, 19:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Satgas Gotong Royong Pencegahan COvid-19 Desa Adat Buleleng kembali melakukan operasi taat masker (Tamas), Minggu (29/11).  Sejumlah anggota Satgas melakukan pemeriksaan dan memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan bagi warga, pedagang di seputar Pasar Buleleng.

Satgas juga memberikan imbauan melalui pengeras suara, berkeliling ke seluruh wilayah adat Desa Adat Buleleng. Beberapa wilayah adat yang disusur yakni banjar adat Liligundi, Bale Agung, Banjar Paketan, Banjar Tegal, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Baru, Banjar Bali, Banjar Jawa, Banjar Tengah, Peguyangan, Petak, Penataran, dan berakhir di banjar adat Delod Peken.    

Operasi yang digelar secara berkala ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wewidangan desa adat Buleleng.

Di wilayah Pasar Buleleng, telah disediakan sarana cuci tangan untuk warga dan pengunjung pasar.  Pecalang sebagai anggota Satgas mengingatkan warga untuk melakukan cuci tangan sebelum atau setelah bertransaksi di pasar.

Selain itu, pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar diingatkan diingatkan untuk memakai sesuai dengan protokol kesehatan. Dalam operasiini, Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Buleleng tidak menemukan warga yang melanggar protokol kesehatan.

Selain di Pasar Buleleng, Satgas juga memfokuskan operasi tamas di pasar Kebon Sari di wewidangan banjar adat Kampung Baru dan pasar Anyar  satu yang berlokasi di wewidangan banjar adat Banjar Bali.

Operasi tamas juga dilakukan oleh 14 koordinator yang ada di banjar adat di wewidangan desa adat Buleleng. Desa adat Buleleng  terdiri atas 14 banjar adat berlokasi pada 10 kelurahan di kecamatan Buleleng. 

Ketua Satgas Gotong royong desa adat Buleleng Ketut Wiratmaja mengingatkan bahwa Buleleng kini memasuki zona kuning. Kondisi ini harus tetap diwaspadai dan krama adat tidak boleh sampai lengah.

Koordinator satgas di masing-masing banjar adat diminta untuk tetap melaksanakan penyemprotan disinfektan, menjaga jarak, dan mengingatkan krama untuk menggunakan masker. Dalam melaksanakan kegiatan adat seluruh krama harus taat dan mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu, Kelian desa adat Buleleng Nyoman Sutrisna menjelaskan operasi tamas merupakan upaya untuk membentengi desa adat Buleleng dari merebaknya virus covid-19 yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.  

“Ini merupakan operasi yang dimaksudkan untuk mengingatkan kembali warga akan pentingnya protokol kesehatan untuk memutus mata rantai covid-19 di wewidangan desa adat Buleleng,” terangnya

Kepada seluruh krama adat di wewidangan desa adat Buleleng diminta tetap mengikuti protokol kesehatan dan aka nada sanksi dari desa adat jika ditemukan warga tidak menggunaka masker keik aberaktivitas diluar rumah.

“Saya minta kepada seluruh satgas untuk tetap menerapkan protok kesehatan pada saat melaksanakan upacara yadnya di masing-masing Banjar Adat,” tergas Sutrisna. (NOV)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami