Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Satgas Desa Adat Buleleng Gelar Operasi Taat Masker
BERITABALI.COM, BULELENG.
Satgas Gotong Royong Pencegahan COvid-19 Desa Adat Buleleng kembali melakukan operasi taat masker (Tamas), Minggu (29/11). Sejumlah anggota Satgas melakukan pemeriksaan dan memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan bagi warga, pedagang di seputar Pasar Buleleng.
Satgas juga memberikan imbauan melalui pengeras suara, berkeliling ke seluruh wilayah adat Desa Adat Buleleng. Beberapa wilayah adat yang disusur yakni banjar adat Liligundi, Bale Agung, Banjar Paketan, Banjar Tegal, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Baru, Banjar Bali, Banjar Jawa, Banjar Tengah, Peguyangan, Petak, Penataran, dan berakhir di banjar adat Delod Peken.
Operasi yang digelar secara berkala ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wewidangan desa adat Buleleng.
Di wilayah Pasar Buleleng, telah disediakan sarana cuci tangan untuk warga dan pengunjung pasar. Pecalang sebagai anggota Satgas mengingatkan warga untuk melakukan cuci tangan sebelum atau setelah bertransaksi di pasar.
Selain itu, pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar diingatkan diingatkan untuk memakai sesuai dengan protokol kesehatan. Dalam operasiini, Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Buleleng tidak menemukan warga yang melanggar protokol kesehatan.
Selain di Pasar Buleleng, Satgas juga memfokuskan operasi tamas di pasar Kebon Sari di wewidangan banjar adat Kampung Baru dan pasar Anyar satu yang berlokasi di wewidangan banjar adat Banjar Bali.
Operasi tamas juga dilakukan oleh 14 koordinator yang ada di banjar adat di wewidangan desa adat Buleleng. Desa adat Buleleng terdiri atas 14 banjar adat berlokasi pada 10 kelurahan di kecamatan Buleleng.
Ketua Satgas Gotong royong desa adat Buleleng Ketut Wiratmaja mengingatkan bahwa Buleleng kini memasuki zona kuning. Kondisi ini harus tetap diwaspadai dan krama adat tidak boleh sampai lengah.
Koordinator satgas di masing-masing banjar adat diminta untuk tetap melaksanakan penyemprotan disinfektan, menjaga jarak, dan mengingatkan krama untuk menggunakan masker. Dalam melaksanakan kegiatan adat seluruh krama harus taat dan mengikuti protokol kesehatan.
Sementara itu, Kelian desa adat Buleleng Nyoman Sutrisna menjelaskan operasi tamas merupakan upaya untuk membentengi desa adat Buleleng dari merebaknya virus covid-19 yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.
“Ini merupakan operasi yang dimaksudkan untuk mengingatkan kembali warga akan pentingnya protokol kesehatan untuk memutus mata rantai covid-19 di wewidangan desa adat Buleleng,” terangnya
Kepada seluruh krama adat di wewidangan desa adat Buleleng diminta tetap mengikuti protokol kesehatan dan aka nada sanksi dari desa adat jika ditemukan warga tidak menggunaka masker keik aberaktivitas diluar rumah.
“Saya minta kepada seluruh satgas untuk tetap menerapkan protok kesehatan pada saat melaksanakan upacara yadnya di masing-masing Banjar Adat,” tergas Sutrisna. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun