Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Jaga Ekosistem Bukit Desa Les, Pemkab Buleleng Tanam 1.500 Pohon
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan penanaman pohon di Bukit Desa Les, Kecamatan Tejakula. Penanaman Pohon di wilayah ini merupakan upaya untuk pemulihan ekosistem.
“Saya berharap dengan penanaman pohon ini bisa memulihkan ekosistem di kawasan bukit Desa Les. Dimana pada saat musim kemarau sangat gersang,” ucap Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai menanam pohon, Jumat (8/1).
Melalui penanaman pohon ini, diharapkan juga dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat di Desa Les dan masyarakat yang ada di Kecamatan Tejakula pada umumnya. ”Ekosistem yang ada di Bukit Desa Les memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan dan juga masyarakat desa setempat,” ucapnya.
Lebih jauh disebutkan bahwa sebanyak 1500 pohon ditanam di Bukit Desa Les. Dengan berbagai pohon seperti pohon kelapa, pohon cempaka, pohon mahoni, pohon beringin dan pohon bambu. Penanaman pohon ini melibatkan DLH Buleleng, TNI/Polri, masyarakat Desa Les, Komunitas Petani Muda Indonesia Buleleng, Komunitas Barisan Anak Kolonk Udayana (Barakuda) Buleleng.
Terkait pola tanam, teknik perawatan dan pemeliharaan, Agus Suradnyana menjelaskan akan melakukan secara berkelanjutan bersama masyarakat Desa Les. Nantinya, pohon yang ditanam di bukit Desa Les akan dilihat perkembangannya. ”Harapannya penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan saat ini semata. Melainkan tumbuh kesadaran masyarakat Desa Les untuk merawat bibit yang sudah ditanam,” jelasnya.
Disinggung dengan ditanamnya pohon bambu, dirinya mengatakan pohon bambu ditanam sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga kawasan Bukit Desa Les. Serta memelihara sumber-sumber air di Desa Les.
"Selain sebagai tanaman penyangga jurang, bambu juga merupakan jenis tanaman yang sangat berguna untuk menarik dan menyimpan air tanah," kata Agus Suradnyana.
Selain itu juga, pohon bambu ditanam sebagai gerakan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan aksi nyata dari semua pihak. Utamanya yang berkepentingan terhadap penyelamatan sumber mata air. Kegiatan ini juga dalam rangka menyelamatkan mata air yang menjadi kebutuhan vital yang harus dijaga keberadaannya. “Mata air digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air. Baik untuk kebutuhan keluarga, irigasi, dan air minum,” pungkas Agus Suradnyana.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8540 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5894 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3697 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar