Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Kedonganan Memilih Keselamatan Ketimbang Pendapatan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejumlah nelayan di pesisir Pantai Kedonganan, Jimbaran, Kabupaten Badung nampaknya masih harus menunggu beberapa waktu agar bisa pergi melaut seperti sedia kala.
Pasalnya, fenomena cuaca buruk yang melanda Pantai Kedonganan dan sekitarnya berimbas pada menurunnya hasil tangkapan ikan para nelayan.
Usup, salah seorang nelayan di Pantai Kedonganan mengaku jika beberapa hari semenjak cuaca buruk berlangsung, hasil tangkapan ikan para nelayan mengalami penurunan yang cukup signifikan dan hanya berhasil membawa tangkapan sekitar 5 kuintal saja per harinya.
"Biasanya sehari itu bisa bawa pulang ikan 1 ton, tapi karena cuaca buruk hasilnya berkurang dan memengaruhi pendapatan," terang Usup dikutip dari beritabadung.id.
Usup mengatakan jika hal ini membuatnya cukup kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari karena terkendala untuk menutupi biaya modal untuk pergi melaut yang sulit terpenuhi.
Selain itu, Usup dan nelayan lainnya tidak bisa memaksakan diri untuk pergi melaut karena berisiko terhadap keselamatan diri mereka dan juga untuk mengantisipasi munculnya kerusakan pada perahu.
"Tidak bisa memaksakan diri karena aktivitas melaut itu sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan gelombang air. Masalah pendapatan itu nomor dua, keselamatan yang utama," imbuhnya.
Kini sembari menunggu, Usup hanya bisa berdoa dan berharap agar fenomena cuaca buruk yang melanda bisa segera berlalu dengan cepat.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 457 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan