Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Begini Kesan Warga Terhadap Oknum Sulinggih Diduga Cabul
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kediaman oknum sulinggih diduga cabul dengan inisial IBRASM dan nama welaka I Wayan M, 38, di Banjar Tegal, Desa/Kecamatan Tegallalang, tampak sepi, Rabu (17/2). Saat memasuki pintu, seseorang mengatakan Ida Bhagawan tidak ada.
"Ten wenten, Ida lunga," ujarnya. Saat ditanya terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum sulinggih ini di Campuhan Tampaksiring, Juli 2020 lalu, juru sapuh ini mengatakan tidak tahu. "Oh ten uning," ujarnya. Lagi-lagi saat ditanya kemana Ida Bhagawan, seorang yang merupakan kerabat ini enggan berkomentar.
"Disini sepi, coba cari disitu," ujarnya tanpa menyebut lokasi pasti sembari menunjuk tangan ke arah timur. Pun saat ditanya kemana Ida Bhagawan lunga, dia pilih berlalu ke dalam rumah.
Ditemui terpisah, Bendesa Adat Tegallalang I Made Kumara Jaya mengatakan tidak tahu menahu terkait dugaan kasus tersebut. "Ten tawang je nike, biar ndak salah. Kasusnya gak tau. Pas rame kaget, kan disini rumahnya," ungkapnya.
Tapi, oknum Sulinggih ini diakui merupakan krama Adat setempat. "Ya krama disini (Desa Adat Tegallalang). Masih atas nama orang tuanya. Beliau anak tunggal," jelasnya.
Bendesa Made Kumara Jaya pun mengaku tidak berwenang mengomentari dugaan kejadian tersebut. Sebab, Made Kumara resmi menjabat Bendesa Adat Tegallalang baru sejak rahina Tilem, Kamis (11/2) pekan lalu.
"Tyang baru ngayah sebagai Bendesa seminggu lalu. Jadi terkait kapan terjadi pediksan, tyang tidak tahu menahu. Juga bukan kewenangan tyang," jelasnya.
Sepengetahuan Made Kumara Jaya, proses dwijati semestinya melibatkan Tri upasaksi. Diantaranya disaksikan oleh prajuru, oleh guru nabe, dan memenuhi syarat yang ditentukan. "Setahun kami, memang harus ada Tri upasaksi. Itu yang tyang tidak tahu juga. Karena saat itu tyang tidak ada kewenangan menanyakan," jelasnya.
Antara Desa Adat dengan oknum Sulinggih ini pun diakui biasa-biasa saja. "Tidak ada yang istimewa. Tidak ada kaitan," ujar Made Kumara Jaya yang pensiunan mantan tim auditor Inspektorat Gianyar ini.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar