Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Dinkes Bali: Jangan Takut Disuntik Vaksin Covid-19
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Vaksin Covid -19 bukanlah suatu yang patut ditakutkan, karena semua harus turut divaksin agar lebih aman. Untuk vaksinasi tahap kedua utamanya akan menyasar para lansia dan sektor pelayanan publik di Bali.
"Bisa pejabat negara, anggota dewan, ASN, pelaku pariwisata hingga pedagang pasar, semuanya masuk kategori pelayan publik,” papar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya, Rabu (24/2/2021) di Denpasar.
Vaksinasi kepada pejabat publik seperti Wakil Gubernur Bali dan sosok pejabat publik dan tokoh masyarakat lainnya, menurut Suarjaya, juga sebagai suatu bentuk pesan kepada masyarakat bahwa vaksin bukanlah suatu yang patut ditakutkan.
"Sosok pejabat publik serta tokoh masyarakat, yang diantaranya juga masuk kategori lansia tersebut menunjukkan bahwa kita tidak perlu takut divaksin. Semua harus turut divaksin agar lebih aman dan imun tubuh baik,” ujar Suarjaya.
Dirinya juga menjabarkan bahwa orang yang telah divaksin kemungkinan terinfeksi covid-19-nya tiga kali lebih rendah dari orang yang tidak memperoleh vaksin.
"Orang sudah divaksin juga kemungkinannya tiga kali lebih ringan efeknya jika terinfeksi covid-19. Namun walaupun sudah divaksin harus digarisbawahi harus tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap tidak boleh abai,” katanya.
Vaksin Covid-19 adalah untuk memberikan kekebalan pada setiap orang dan masyarakat, agar tetap memiliki kekebalan komunitas atau herd imunity. Dirinya menjelaskan, bahwa untuk mencapai tingkat imunitas tertinggi dari penelitian yang telah dilakukan butuh waktu selama 4 minggu sejak vaksin disuntikkan.
"Diharapkan dengan vaksinasi kedua, akan ada booster atau muncul kekebalan tambahan,” tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun