Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Penggembala Kerbau Tewas Diparang Pemilik Sawah
BERITABALI.COM, NTB.
Gara-gara dilarang mengambil rumput, dua warga asal Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah masing-masing, AT (30 tahun) dan MH (55 tahun) cekcok dan saling tebas, Jumat (25/6) sekitar pukul 16.30 WITA.
Akibatnya, salah seorang diantaranya tewas menganaskan setelah terkena sabetan parang di bagian perutnya.Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho SIK membenarkan kejadian tersebut.
“Pelaku atas nama AT (30 tahun) alamat Dusun Panggonggan Desa Pandan Indah diduga telah membunuh, AM (55 tahun) juga warga Desa Pandan Indah menggunakan parang,” kata Kapolres, Sabtu (26/6).
Katanya, kronologis kejadian yang terjadi di Dusun Orok Gendang Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat tersebut berdasarkan pengakuan pelaku. Bahwa korban dilarang mengambil rumput miliknya, namun ia ngeyel sehingga terjadi cekcok mulut.
Setelah itu terjadi pertengkaran yang mengakibatkan korban melakukan penebasan dengan menggunakan parang yang dibawanya.
Tetapi parang itu dapat direbut oleh pelaku. Akhirnya, pelaku menebas bagian perut sampai mengakibatkan korban terluka dan meninggal dunia di tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selanjutnya, pelaku langsung melarikan diri ke dusun Orok Gendang Desa Mangkung. Dan tidak lama kemudian terduga pelaku menyerahkan diri ke Polsek Praya Barat. Selanjutnya pelaku diamankan ke Polres Loteng untuk diproses hukum lebih lanjut.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1114 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 879 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 702 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 649 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik