Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
3 Pancoran Pura Beji Batan Gatep, Punya Khasiat yang Berbeda
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pura Beji Batan Gatep tepat berada di tepi Sungai Penet tepatnya di Banjar Tambak Sari, Desa Kapal, Mengwi, Badung.
Adapun sejarah berdirinya Pura tersebut tidak terlepas dari awal kedatangan seorang Rsi ke tempat tersebut guna melakukan semedi. Moksanya Rsi tersebut ditandai dengan munculnya klebutan (sumber mata air) atau dimana Pura Beji Batan Gatep tersebut berdiri saat ini.
Adapun nama Rsi yang bersemedi tersebut bernama Bagawan Banu yang mana, konon langsung moksa di areal Pura tersebut.
"Memang keberadaan Pura Beji Batan Gatep tidak terlepas dari kisah Bagawan Banu keturunan Arya, yang melakukan semedi di areal Pura Pura Beji Batan Gatep dan beliau moksa di Pura Beji Batan Gatep tepat di kelebutan air yang masih mengalir sampai saat ini," paparnya.
Saat ini di Pura Beji Batan Gatep telah memiliki tiga pancoran yang kerap digunakan krama untuk keperluan mulai melukat dan ada juga nunas untuk keperluan upacara. Adapun Dewa melinggih di Pura tersebut adalah Dewa Wisnu.
Dahulu, menurut Jero Mangku Beji, Kamis (1/7) saat ditemui di kediamanya di Desa Kapal, menyebutkan hanya ada satu sumber kelebutan akan tetapi, setelah mendapat pewisik serta tuntunan dari orang spiritual, maka, disuruhlah agar satu sumber kelebutan tersebut dijadikan beberapa pancoran yang nantinya akan ditunas oleh krama baik untuk melukat ataupun untuk keperluan nunas toya ning.
"Dulu hanya satu kelebutan saja, tetapi akhirnya dijadikan beberapa pancoran sampai saat ini," jelasnya.
Adapun 3 pancoran tersebut memiliki nama serta fungsi berbeda-beda ada untuk keperluan yakni untuk penglukatan Sudamala, Kelebutan Capuhan dan pancoran Tirta Ning.
"Ada pancoran Toya Ning biasanya ditunas krama untuk rangkaian upakara adat salah satunya mekarya di Pura, Kelebutan Capuhan biasanya dipakai melukat pembersihan diri sedangkan untuk Pancoran Sudamala biasa digunakan krama untuk mebayuh. Paling banyak krama nunas biasanya untuk keperluan upacara," paparnya.
Selain memiliki tiga pancoran, tepat di areal Pura juga ada Lingga Yoni yang ditemukan dari penggalian saat memperbaiki aliran kelebutan dan langsung ditemukan Lingga Yoni tersebut.
"Ya, memang ada Lingga Yoni di dalam areal Pura yang melinggih Dewa Siwa," katanya.
Pura tersebut hanya diempon oleh keluarga dari Jero Mangku sendiri. Hal tersebut dikarenakan kelebutan tersebut memang berada masih di tanah pribadi. Piodalan Pura Beji Batan Gatep dilakukan pada Buda Kliwon Pegatbuakan tersebut hampir telah didatangi krama dari seluruh Kabupaten Bali.
Menurut Jero Mangku, bagi yang ingin tangkil cukup membawa daksina dan satu bungkak Nyuh Gading. Jika ada krama ingin nunas tirta biasanya tetap mengajak Mangku Beji untuk menghaturkan banten yang dibawa.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1986 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1812 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1342 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1221 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah