Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Berawal dari Pencurian HP, Petani Saling Serang Antar Desa
BERITABALI.COM, NTB.
Petani bawang merah asal Desa Lido dan Desa Ngali, Kabupaten Bima, Provinsi NTB yang bertani bawang di Desa Nangatumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu saling bacok menggunakan senjata tajam, Minggu (4/7).
Korban bernama Jumaidin (32 tahun) warga asal Desa Lido, mengalami luka robek di punggungnya sedalam 3 cm, dengan 2 lapisan jahitan. Lapisan pertama 15 kali jahitan, lapisan kedua 14 kali jahitan. Selain itu, juga ada luka robek telapak tangan kanan dengan 6 kali jahitan.
Sementara terduga pelaku berinisial AA (43 tahun) dan ER (37 tahun) yang merupakan warga asal Desa Ngali. Kasus pembacokan terjadi tepatnya di lahan tanam bawang Dusun Mekar Sari, Desa Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa, Minggu (4/7).
Kapolsek Manggelewa, Iptu Abdul Malik SH, Senin (5/7) mengatakan, selain Jumaidin ikut menjadi korban Jufrin alias Duta (30 tahun) warga asal Dusun Lara, Desa Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa. Dia mengalami luka robek pada bagian telapak tangan kirinya.
Menurut keterangan saksi di sekitar tempat kejadian perkara, kata Kapolsek, saat itu warga Desa Lido sedang bekerja di lahan tanaman bawangnya. Tiba-tiba datang sekelompok warga Desa Ngali dan warga Dusun Lara Desa Nanga Tumpu sekitar 20 orang. Mereka langsung menyerang dan membacok warga Desa Lido Kecamatan Belo dengan menggunakan parang.
Akibatnya, salah satu warga Desa Lido, Jumaidin terkena luka robek bagian punggung dan telapak tangan bagian kanannya.
Karena ada yang terluka, temannya yang juga warga Desa Lido tidak terima. Dia menyerang balik warga Desa Ngali dan warga Desa Nanga Tumpu tersebut. Sehingga salah satu warga Nanga Tumpu, Jufin alias Duta mengalami luka robek di telapak tangan kiri.
Di hadapan warga setempat dan keluarga korban, Kapolsek Manggelewa menegaskan agar masalah tersebut sepenuhnya dipercayakan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan.
Kepada pihak keluarga korban, Kapolsek juga menekankan agar tidak terprovokasi oleh pihak lain. Menurut Kapolsek, aksi penyerangan itu dipicu kejadian awal. Dimana 10 hari yang lalu, warga asal Desa Ngali berinisial NS diduga mencuri handphone milik Fadil asal Desa Lido.
Aksi pencurian tersebut diketahui korban pemilik handphone. Setelah sehari dicuri, handphone tersebut dikembalikan pelaku.
Pada Sabtu (3/7) kedua belah pihak kembali ribut dan berujung dengan dibuatnya surat pernyataan damai di Mapolsek Manggelewa.
Namun pada Minggu (4/7) pagi, pelaku pencurian dan keluarga kembali melakukan penyerangan terhadap pihak pemilik handphone. Sebab dia menganggap bahwa masalah sebelumnya di Mapolsek Manggelewa dianggap belum selesai.
“Saat ini korban dari Desa Lido atas nama Jumadin sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Manggelewa. Sementara korban dari Desa Lara atas nama Jufrin belum melaporkan kasus itu di Polsek,” terangnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 466 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun