Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Pura Dalem Meranggi di Sibang Kaja Dikenal "Bares"
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ida Sesuhunan yang melinggih atau berstana di Pura Dalem Meranggi Banjar Saren, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Badung dikenal "bares" atau murah hati jika ada krama yang datang atau tangkil memohon keturunan karena bertahun-tahun belum dikaruniai anak, biasanya akan dianugrahi.
Menurut penuturan Pemangku Dalem Meranggi, I Gusti Ngurah Darma didampingi I Gusti Ngurah Darma Putra Mangku Prajapati di Pura tersempat, Rabu (14/7) memang ada beberapa krama yang sempat tangkil tujuannya memohon keturunan ternyata berhasil dianugrahi anak. Namun, ia menegaskan hal itu juga tergantung dari keyakinan harus dipegang teguh akan anugrah yang akan diturunkan oleh beliau tersebut.
"Dari sepengetahuan saya, memang telah ada beberapa krama yang bertahun-tahun belum memiliki keturunan sempat datang maturan khusus memohon agar segera memiliki keturunan (anak) bisa terwujud. Sempat datang dari beberapa daerah bahkan, dari luar Bali juga sempat datang khususnya dari paguyuban-paguyuban," katanya.
Ia menekankan bahwa apa yang telah diyakini dengan niat bersih (Suci) pasti akan mampu diwujudkan dengan baik juga.
"Ya, harus yakin juga bahwasanya apa yang diharapkan akan mampu diwujudkan tentu tetap dengan memohon pentunjuk Ida Sane melingga melinggih ring Pura puniki," ucapnya.
Ia menjelaskan bagi krama yang berniat tangkil biasanya membawa haturan berupa Pejati. Sedangkan bagi yang telah sempat tangkil sebelumnya bisa membawa canang saja.
"Tentu bhakti terpenting merarapan antuk kayun, tidak ada paksaan bagi krama dalam menghaturkan bhakti ke hadapan Ida sane melingga melinggih ring driki. Tentu sebelum tangkil krama harus diringi oleh Pemangku untuk menghaturkan bhakti serta krama melakukan pengelukatan terlebih dahulu di pancoran yang berada di bawah pura," paparnya.
Pemangku juga menyebut hari baik dalam menghaturkan bhakti krama sebaiknya pada rahinan-rahinan Bali. "Seperti rahinan Kajeng Kliwon dan Purnama, semua tergantung dari waktu luang dimiliki para krama untuk menghaturkan bhaktinya," ucapnya.
Menurutnya, tidak ada pantangan bagi krama, tetapi tentu tetap berpegang teguh pada tujuan suci. Selain memohon keturunan, Mangku Darma Putra juga menyebut krama datang ke Pura untuk memohon kesembuhan karena sempat mengalami kelinglungan, juga ada yang memohon taksu balian. Hal ini yang mejadikan Pura Dalem Meranggi memiliki ciri khas berbeda dari pura-pura lain di Bali.
Hal tersebut, kata dia, ditunjukkan dari adanya Geguat Sungsang yakni gambar di pelinggih serta adanya Merangi Sengi yakni palungan yang terdapat di salah satu pelinggih yang digambarkan adanya tempat atau genah ngelungsur atau memohon tamba (Obat).
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1986 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1812 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1342 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1221 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah