Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Ini Sebab Harga Tes PCR Jawa Bali Bisa Turun Rp495 Ribu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa harga tes swab PCR turun bukan karena ditanggung oleh subsidi pemerintah.
Menurutnya harga turun karena harga-harga komponen alat pemeriksaan seperti reagen, APD, hingga alat sekali pakai juga turun.
"Harga PCR tadi jam 5 sudah diluncurkan oleh dirjen yankes (pelayanan kesehatan) kami Jawa-Bali Rp 495.000 dan di luar Jawa-Bali Rp525 ribu dan tidak ada subsidi pemerintah," kata Budi dalam jumpa pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022, Senin (16/8/2021) dikutip dari Suara.com.
Terpisah, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir menjelaskan bahwa harga ini bisa saja turun lebih murah lagi jika harga-harga komponen pemeriksaan tersebut juga makin turun.
"Tidak menutup kemungkinan nanti ada evaluasi ulang dan harganya bisa turun lagi," kata Abdul dalam jumpa pers Kemenkes.
Kemenkes telah menetapkan harga terbaru tes swab PCR paling tinggi Rp495 ribu untuk Jawa dan Bali, sementara untuk luar Jawa dan Bali dipatok Rp525 ribu.
Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta harga tes PCR diturunkan hingga Rp450-550 ribu per sekali tes.
Hasil pemeriksaan PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi juga harus selesai dengan durasi maksimal 1x24 jam.
Dia meminta agar semua fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium dan fasilitas pemeriksaan lainnya yang sudah ditetapkan menteri kesehatan dapat mematuhi batasan tarif tertinggi tersebut.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun