Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ombudsman Ingatkan Rektor Unud Baru Bersikap

Soal Aksi Demo Mahasiswa

Kamis, 26 Agustus 2021, 13:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Ombudsman Ingatkan Rektor Unud Baru Bersikap.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa mewarnai serangkaian pelantikan Rektor Unud periode 2021-2025, Prof. Dr. Ir. Nyoman Gde Antara, belum lama ini. 

Massa dari Aliansi Asa Udayana menuntut agar Rektor baru berkomitmen menuntaskan sejumlah masalah. Di antaranya penyesuaian biaya pendidikan di tengah situasi pandemi, dan kekerasan seksual. Terkait tuntutan mahasiswa itu, Kepala Ombudsman RI Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab mengingatkan agar rektor baru segera mengambil langkah konkrit.

"Kami rasa tuntutan mahasiswa tersebut bisa dijadikan sebagai bahan awal untuk memulai pekerjaannya sebagai rektor," ungkap Umar, Kamis (26/8). 

Dirinya berharap rektor yang baru memiliki kemampuan untuk membawa Universitas Udayana ke arah yang lebih baik sebagaimana yang diamanatkan dalam statuta perguruan tinggi itu, yakni terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, mandiri, dan berbudaya.

"Kami meminta agar rektor yang baru memaksimalkan ikhtiarnya untuk mewujudkan visi Universitas Udayana yang termuat dalam statuta itu," ujarnya. 

Menurut Umar, peran rektor sangat vital dalam mendorong kemajuan sebuah perguruan tinggi. Dalam konteks Universitas Udayana, rektor yang baru diminta untuk membawa perubahan dan pembaruan yang signifikan bagi Universitas Udayana secara profesional dan mampu menciptakan kolektivitas dengan semua civitas akademika. "Peran rektor sangat vital, dia tidak boleh asyik dengan dirinya sendiri dan berkutat dengan hal-hal yang rutin. Rektor harus mencerminkan sebuah perubahan yang bersifat profesional dan kolektif," imbuh Umar.

Umar berharap agar rektor yang baru tidak anti terhadap kritik dan serius memperhatikan suara yang berseberan?an dengan kebijakannya. Di samping itu, rektor harus mendorong civitas akademika untuk lebih responsif dengan apa yang terjadi di luar kampus.

"Kampus jangan jadi menara gading, ia harus responsif, baik terhadap kritik internal, maupun terhadap apa yang terjadi di eksternal kampus. Saat ini, publik mendambakan peran kampus Udayana yang lebih konkrit," tambah Umar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami