Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Mengenal Disuria, Rasa Sakit Saat Kencing Selama Menstruasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil biasanya merupakan gejala dari beberapa kondisi kesehatan, baik normal maupun serius. Namun jika Anda merasa nyeri buang air kecil selama menstruasi, hal tersebut bisa menjadi kondisi yang perlu diwaspadai.
Melansir dari Healthshots, Dr. Pratima Thamke, Konsultan Obstetri dan Ginekolog, Motherhood Hospital, Kharghar mengatakan bahwa buang air kecil yang menyakitkan disebut dengan disuria.
"Kencing yang menyakitkan juga dikenal sebagai (disuria), kondisi saat ada rasa sakit yang hebat, ketidaknyamanan, atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Ketidaknyamanan akan ada di mana urin keluar dari tubuh seseorang," kaya dokter Thamke.
Lebih lanjut, Thamke mengatakan bahwa jika Anda telah didiagnosis dengan endometriosis, maka buang air kecil saat menstruasi bisa menyakitkan.
"Implan endometriosis dapat berdarah sebagai respons terhadap perubahan hormon siklus tersebut dan tidak ada cara bagi darah untuk keluar. Dengan demikian, jaringan parut menumpuk dan menyebabkan rasa sakit yang menyiksa di daerah panggul yang juga menutupi kandung kemih dan rektum," ujar dokter Thamke.
"Tidak hanya itu, darah yang ada di daerah panggul tidak dapat keluar karena darah yang salah tempat mengundang iritasi pada tubuh bersama dengan kista endometriosis. Dengan demikian, kandung kemih dan rektum mendapat tekanan dan seseorang cenderung mengalami rasa sakit,” imbuhnya.
Namun bukan hanya endomtriosis yang menyebabkan buang air kecil sakit. Buang air kecil yang menyakitkan saat menstruasi dapat mengindikasikan infeksi saluran kemih (ISK).
ISK dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bisa juga karena peradangan pada saluran kemih. Selain nyeri saat buang air kecil, gejala ISK lainnya bisa meliputi demam, kelelahan, kram, iritasi vagina, urin berbau, nyeri perut, dan lain sebagainya.
Selain ISK, Anda juga mungkin mengalami rasa sakit saat buang air kecil jika terkena infeksi menular seksual (IMS). IMS juga dapat menyebabkan gejala seperti keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, sakit saat buang air kecil, kutil dan lecet di sekitar alat kelamin, pendarahan vagina yang tidak biasa, dan rasa gatal yang terbakar.
"Sangat penting untuk memperhatikan gejala-gejala ini, Anda perlu menganggapnya serius dan segera kunjungi dokter untuk mencari perawatan yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk," saran Dr. Thamke.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1190 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 927 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 758 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 692 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik