Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Bendesa Tersangka, MDA Gianyar "No Comment", Bupati Pilih Ngacir
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Terkait status tersangka Bendesa Adat Jro Kuta Pejeng, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar belum menyikapi.
Menurut Bendesa Madya MDA Gianyar Drh Anak Agung Alit Asmara, Bendesa Adat Gianyar sejauh ini Cokorda Gde Putra Pemayun masih menduduki jabatan Bendesa. "Masih, masih Bendesa. Ini kan belum jelas (penahanan, red). Ya kalau ranah hukum kami tidak bisa komentar," ujarnya ditemui di kantor Bupati Gianyar usai pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gianyar, Jumat (15/10).
Kalau sudah final (penetapan tersangka dan penahanan), barulah MDA akan bersikap. "Ini kan masih proses. Kan belum, belum. Nanti kalau sudah final baru je," jelasnya.
Terkait berkas yang sudah P21, lagi-lagi Bendesa Madya Agung Alit Asmara enggan menanggapi. "Itu ranah hukum, kami belum bisa berstatmen dukungan. Menunggu kepastian saja dukungan, biar ndak salah kita," jelasnya.
Pihaknya berharap polemik ini bisa segera selesai. "Ranah adat, kita sudah bangun komunikasi. Kalau ranah hukum, kapasitas kita ndak disana," imbuhnya.
Sementara Terkait hasil pertemuan dengan Forkopimda, Agung Asmara no komen. "Biar Bupati saja, sudah disepakati tadi," jelasnya.
Hanya saja, Bupati Gianyar Made Mahayastra pilih ngacir lewat pintu belakang kantor usai rapat. Sehingga awak media yang menunggu di depan lobi, kecolongan. Mahayastra tidak memberikan penjelasan terkait pertemuan tersebut
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah