Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pasraman di Tegallalang Ajarkan Anak SD di Sebatu Cara Merangkai Klakat dan Tipat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pembinaan non akademik bagi anak-anak Banjar Apuh dan Tegalsuci di SDN 5 Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (16/5).
Kegiatan yang dilaksanakan usai persembahyangan Tilem tersebut menjadi sarana pembelajaran spiritual sekaligus pelestarian budaya dan tradisi Hindu sejak usia dini.
Suasana antusias tampak terlihat saat para siswa mengikuti kegiatan pasraman yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Selain mendapat penguatan nilai keagamaan, para peserta juga diajarkan keterampilan tradisional yang berkaitan erat dengan adat dan budaya Bali.
Dalam kegiatan itu, siswa laki-laki dilatih membuat klakat sebagai sarana penunjang upacara Hindu. Sementara siswa perempuan belajar membuat tipat yang memiliki nilai filosofis dan fungsi penting dalam pelaksanaan yadnya di Bali.
Seluruh proses pembelajaran didampingi langsung oleh para penyuluh agama Hindu.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Kadek Cihna Harta, mengatakan kegiatan pembinaan tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda agar tetap dekat dengan akar budaya dan spiritualitas Hindu.
Menurutnya, penguatan tradisi sejak dini harus terus dilakukan di tengah perkembangan zaman modern yang semakin pesat.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami nilai budaya dan agama secara langsung. Mereka belajar membuat sarana upakara sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap tradisi Bali agar tetap lestari di masa depan,” ujar I Kadek Cihna Harta.
Ia menambahkan, pendidikan karakter berbasis budaya dan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan kepedulian terhadap adat istiadat.
"Tetapi juga memiliki etika, spiritualitas, dan kepedulian terhadap adat istiadat di lingkungannya," tutup dia.
Kegiatan pasraman tersebut diharapkan mampu memperkuat kecintaan anak-anak terhadap budaya Bali sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi Hindu di Kabupaten Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5963 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4662 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan