Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Efisiensi, Pedagang Mie Ayam di Jembrana Tanam Hidroponik

Selasa, 19 Oktober 2021, 15:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Efisiensi, Pedagang Mie Ayam di Jembrana Tanam Hidroponik.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pedagang mie ayam yang sudah membangun usaha selama 16 tahun, mengawalinya dari menumpang berjualan kemudian pindah dengan menempati lahan kontrak. 

Sejak itulah ia sempat bertemu tamu Jepang yang membeli mienya dan merasakan nikmat dengan citra rasa yang berbeda. Pemilik usaha mie ayam itu, Novi Kristiani (40) yang tinggal di Jalan Ngurah Rai Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana menceritakan, ayahnya dulu pandai meracik mie dan hingga kini ditekuninya hingga bisa membiayai hidup bersama keluarga.

"Bahan mie dibuat sendiri tanpa bahan pengawet. Telur, tepung terigu, tepung kanji dan bumbu racikan. Kemudian ada juga bakso yang diolah sendiri. Dalam pengerjaan justru tidak perlu menunggu waktu lama karena dibantu dengan alat mesin," ungkapnya.

Novi juga menjelaskan, harga mie dengan varian biasa dijual dengan harga Rp8 ribu hingga Rp17 ribu, bisa juga sistem jual antar (COD). Ia mengaku selama pandemi omzet menurun drastis, biasanya keuntungan kotor Rp2 juta-Rp3 juta per hari belum termasuk biaya karyawan dan operasional.

"Mengutamakan kualitas hasil dan mutu bagi konsumen. Masa pandemi ini justru melahirkan ide menanam hidroponik sendiri sayur hijau (sayur sawi) dan seledri," tuturnya.

Novi dengan bangganya menyampaikan, Mie Ayamnya ini justru sudah masuk Chanel tv Jepang. Ketika ada pembeli seorang wisatawan Jepang itu merekam saat meracik mie dan meng-upload di media Jepang. Tapi pandemi tamu kini sepi.

"Dengan penanaman hidroponik tanam sayur hijau dan seledri ini justru lebih meringankan dalam pembelian bahan sayur. Bahkan ini bisa mengurangi belanja di masa pandemi. Hasilnya sekitar sawi hijau 4 - kilo sedangkan seledri 1 kilo sehari. Bahan hidroponik ini dirakit oleh sang anak dan ternyata bisa meringankan beban," tegasnya.

Novi berharap dengan dibukanya pariwisata di Bali harapan tamu wisatawan datang langsung dan bisa menikmati mie tidak hanya melalui TV Chanel. 

"Bahkan dunia pariwisata tidak dipersulit oleh pemerintah sehingga pengembang para usaha termasuk Mie Ayam bisa berjalan normal. Tidak hanya konsumen lokal tapi mancanegara terutama tamu Jepang," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami