Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Efisiensi, Pedagang Mie Ayam di Jembrana Tanam Hidroponik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pedagang mie ayam yang sudah membangun usaha selama 16 tahun, mengawalinya dari menumpang berjualan kemudian pindah dengan menempati lahan kontrak.
Sejak itulah ia sempat bertemu tamu Jepang yang membeli mienya dan merasakan nikmat dengan citra rasa yang berbeda. Pemilik usaha mie ayam itu, Novi Kristiani (40) yang tinggal di Jalan Ngurah Rai Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana menceritakan, ayahnya dulu pandai meracik mie dan hingga kini ditekuninya hingga bisa membiayai hidup bersama keluarga.
"Bahan mie dibuat sendiri tanpa bahan pengawet. Telur, tepung terigu, tepung kanji dan bumbu racikan. Kemudian ada juga bakso yang diolah sendiri. Dalam pengerjaan justru tidak perlu menunggu waktu lama karena dibantu dengan alat mesin," ungkapnya.
Novi juga menjelaskan, harga mie dengan varian biasa dijual dengan harga Rp8 ribu hingga Rp17 ribu, bisa juga sistem jual antar (COD). Ia mengaku selama pandemi omzet menurun drastis, biasanya keuntungan kotor Rp2 juta-Rp3 juta per hari belum termasuk biaya karyawan dan operasional.
"Mengutamakan kualitas hasil dan mutu bagi konsumen. Masa pandemi ini justru melahirkan ide menanam hidroponik sendiri sayur hijau (sayur sawi) dan seledri," tuturnya.
Novi dengan bangganya menyampaikan, Mie Ayamnya ini justru sudah masuk Chanel tv Jepang. Ketika ada pembeli seorang wisatawan Jepang itu merekam saat meracik mie dan meng-upload di media Jepang. Tapi pandemi tamu kini sepi.
"Dengan penanaman hidroponik tanam sayur hijau dan seledri ini justru lebih meringankan dalam pembelian bahan sayur. Bahkan ini bisa mengurangi belanja di masa pandemi. Hasilnya sekitar sawi hijau 4 - kilo sedangkan seledri 1 kilo sehari. Bahan hidroponik ini dirakit oleh sang anak dan ternyata bisa meringankan beban," tegasnya.
Novi berharap dengan dibukanya pariwisata di Bali harapan tamu wisatawan datang langsung dan bisa menikmati mie tidak hanya melalui TV Chanel.
"Bahkan dunia pariwisata tidak dipersulit oleh pemerintah sehingga pengembang para usaha termasuk Mie Ayam bisa berjalan normal. Tidak hanya konsumen lokal tapi mancanegara terutama tamu Jepang," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4397 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2056 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1930 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1585 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan