Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Wawali Arya Wibawa Klaim Warga Pesanggaran Tak Tolak PSEL, Hanya Minta Pendalaman
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Pesanggaran, Denpasar, mulai menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan milik Pelindo. Penolakan tersebut terlihat dari pemasangan baliho di dua titik tepat di depan lokasi rencana pembangunan PSEL, Rabu (20/5).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menilai dinamika yang terjadi bukan bentuk penolakan mutlak, melainkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam terkait proyek PSEL.
"PSEL ini masih dinamis. Nah itu artinya bukan penolakan. Tetapi PSEL ini adalah program atau proproyek yang baru pertama kali di Indonesia. Masyarakat kita yang ada di sekitar ingin melakukan pendalaman apa sih itu PSEL. Sehingga ke depannya jangan sampai program besar tidak berjalan, tetapi permasalahan yang kita hadapi tidak terselesaikan khususnya sampah, itu yang disampaikan oleh masyarakat khususnya warga sekitar," paparnya.
Menurut Arya Wibawa, masyarakat membutuhkan kepastian terkait dampak dan sistem pengelolaan PSEL karena proyek tersebut merupakan program baru di Indonesia. Karena itu, warga meminta adanya kajian dan sosialisasi yang lebih mendalam sebelum proyek dijalankan.
Ia menyebut, jika teknologi PSEL sudah banyak diterapkan di Indonesia, kemungkinan masyarakat tidak lagi membutuhkan penjelasan detail. Namun karena proyek ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat dan tergolong baru, masyarakat ingin mengetahui secara menyeluruh manfaat maupun potensi dampaknya.
“Bukan penolakan, tapi perkembangan yang dinamis ingin pendalaman seperti apa PSEL ini,” jelasnya.
Arya Wibawa juga mengatakan masukan masyarakat sebelumnya sudah muncul saat konsultasi publik yang dilakukan calon investor pemenang proyek dari Weiming.
"Mereka menyampaikan kepada kita di pemerintah bahwa kalau sudah ada program atau proyek ini di Indonesia, tidak perlu didalami, tetapi karena ini barang baru, proyek yang cukup besar, permasalahan yang diselesaikan akan cukup strategis sekali, inilah diperlukan pendalaman-pendalaman," bebernya.
Terkait usulan agar PSEL dibangun di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Arya Wibawa menegaskan hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan.
"Pemkot Denpasar sudah sampaikan dan masyarakat sudah mengetahui pada saat konsultasi publik yang dilaksanakan oleh calon investor pemenang dari Weiming itu," paparnya.
Pemerintah Kota Denpasar menargetkan groundbreaking proyek PSEL dilakukan pada 8 Juli 2026. Sementara proses pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.
"Kita targetnya PSEL akan selesai akhir tahun 2027," tutup Arya Wibawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5781 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2202 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan