Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Hilangkan Penat Penumpang Kapal Meski Jiwa Terancam
Para Bocah Pencari Koin di Pelabuhan Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kerasnya arus laut di Selat Bali tidak menyurutkan niat para bocah pencari koin yang ada di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
Meski dianggap mengancam jiwanya mereka nekat menyelam ke dalam air jika ada penumpang kapal mau melemparkan koinnya. Seperti yang diungkapkan salah satu pencari koin Kadek Suarjaya asal Desa Melaya, Kecamatan Melaya Rabu (20/10/2021).
"Ya pendapatannya sehari tidak menentu, bisa dapat 20 ribu dan 35 ribu sehari," jelasnya.
Aksi keberaninnya tersebut menjadi tontonan menarik bagi penumpang. Mereka melompat jika ada penumpang yang mau melemparkan koinnya dari atas kapal yang masih bersandar di dermaga.
Sementara salah satu penumpang kapal Putri asal Jembrana mengatakan kegiatan pencari koin ini ternyata bisa menghilangkan kebosanan saat di atas kapal yang belum berangkat.
"Mereka mau melompat ke laut jika kita melemparkan uang logam," katanya.
Terkadang dalam aksi nekatnya ini tidak sedikit pencari koin rupiah terseret oleh arus hingga puluhan meter.
"Saya pernah terseret arus sampai ditunggu lampu kuning tapi syukur bisa berenang dan selamat," tuturnya.
Meskipun aktivitas pencari koin ini sudah dilarang oleh pihak ASDP Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk namun bocah pencari koin ini mereka tetap melakukan hal tersebut dengan kejar-kejaran dengan petugas satpam.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah