Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Rahasia Kopi Jaran Goyang Banyuwangi hingga Mendunia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kopi merupakan minuman yang disukai dari remaja hingga dewasa. Bahkan hingga saat kebutuhan akan kopi semakin meningkat seiring dengan banyaknya warung kopi modern.
Berbicara tentang kopi kita mengenal nama kopi Jaran Goyang. Kopi yang sudah dikenal hingga mancanegara ini memiliki ciri khas aroma yang spesial dan brandingnya sudah dikenal luas.
Kelebihannya itulah membuat Wakil Bupati Jembrana bersama Dinas Koperasi Perundustrian dan Perdagangan Kabupaten Jembrana ingin mengetahui lebih dekat rahasia proses pengolahan kopi Jaran Goyang tersebut.
Saat ditemui, pengelola Umah Kopi Jaran Goyang Kemiren Masuduki mengungkapkan letak dari penanaman kopi Jaran Goyang tepatnya di bawah kaki Gunung Ijen. Sedangkan soal keberadaan Kopi Kemiren Jarang Goyang disini dibangun sudah lama, yang dikhususkan untuk menerima tamu.
Untuk mutu kopi, katanya, punya grid tertentu dan sudah mempunyai rasa khas kopi Banyuwangi. Untuk pangsa pasarnya Kopi Jaran Goyang ini sudah merambah di berbagai daerah di Jawa dan khususnya sudah tersebar di Kabupaten Bayuwangi.
"Keberadaan kopi yang ada di Umah Kopi Jaran Goyang Kemiren, kami lebih fokus mengambil kopi dari petani yang ada di Kabupaten Banyuwangi itu sendiri. Setelah para petani kopi sudah dibina oleh dinas terkait yang ada di Banyuwangi sehingga mengetahui cara mengolah kopi dengan baik," ungkapnya.
Dijelaskan, saat era pandemi seperti ini, kapasitas yang bisa dihasilkan minimal hanya 250 kg sampai 500 kg per bulan. Berbeda saat musim ramai petani bisa menghasilkan 1 ton per bulannya.
Untuk asal mula nama Kopi Kemiren Jaran Goyang, ia menjelaskan bahwa pertama, Kemiren memang sudah identik dengan Banyuwangi.
"Sedangkan nama Jaran Goyang sendiri saya mengambil dari salah satu mantra pengasihan yang ada di Banyuwangi. Ceritanya itu orang yang tidak suka menjadi suka, artinya orang yang tidak suka kopi menjadi suka dengan kopi," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4399 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2058 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1935 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1587 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1429 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan