Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Rahasia Kopi Jaran Goyang Banyuwangi hingga Mendunia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kopi merupakan minuman yang disukai dari remaja hingga dewasa. Bahkan hingga saat kebutuhan akan kopi semakin meningkat seiring dengan banyaknya warung kopi modern.
Berbicara tentang kopi kita mengenal nama kopi Jaran Goyang. Kopi yang sudah dikenal hingga mancanegara ini memiliki ciri khas aroma yang spesial dan brandingnya sudah dikenal luas.
Kelebihannya itulah membuat Wakil Bupati Jembrana bersama Dinas Koperasi Perundustrian dan Perdagangan Kabupaten Jembrana ingin mengetahui lebih dekat rahasia proses pengolahan kopi Jaran Goyang tersebut.
Saat ditemui, pengelola Umah Kopi Jaran Goyang Kemiren Masuduki mengungkapkan letak dari penanaman kopi Jaran Goyang tepatnya di bawah kaki Gunung Ijen. Sedangkan soal keberadaan Kopi Kemiren Jarang Goyang disini dibangun sudah lama, yang dikhususkan untuk menerima tamu.
Untuk mutu kopi, katanya, punya grid tertentu dan sudah mempunyai rasa khas kopi Banyuwangi. Untuk pangsa pasarnya Kopi Jaran Goyang ini sudah merambah di berbagai daerah di Jawa dan khususnya sudah tersebar di Kabupaten Bayuwangi.
"Keberadaan kopi yang ada di Umah Kopi Jaran Goyang Kemiren, kami lebih fokus mengambil kopi dari petani yang ada di Kabupaten Banyuwangi itu sendiri. Setelah para petani kopi sudah dibina oleh dinas terkait yang ada di Banyuwangi sehingga mengetahui cara mengolah kopi dengan baik," ungkapnya.
Dijelaskan, saat era pandemi seperti ini, kapasitas yang bisa dihasilkan minimal hanya 250 kg sampai 500 kg per bulan. Berbeda saat musim ramai petani bisa menghasilkan 1 ton per bulannya.
Untuk asal mula nama Kopi Kemiren Jaran Goyang, ia menjelaskan bahwa pertama, Kemiren memang sudah identik dengan Banyuwangi.
"Sedangkan nama Jaran Goyang sendiri saya mengambil dari salah satu mantra pengasihan yang ada di Banyuwangi. Ceritanya itu orang yang tidak suka menjadi suka, artinya orang yang tidak suka kopi menjadi suka dengan kopi," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3684 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1358 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1237 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1128 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun