Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Imbauan BMKG Saat La Nina Melanda Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengatakan La Nina diperkirakan muncul di Indonesia selama periode lima bulan hingga Februari 2022 mendatang.
Karenanya Dwikorita menghimbau masyarakat untik berhati-hati.
"Fenomena [la nina] ini membuat curah hujan meningkat 20 hingga 70 persen," ujar Dwikorita usai memberikan kegiatan sekolah lapang iklim tematik di Yogyakarta, Jumat (22/10/2021) dikutip dari Suara.com.
Menurut mantan Rektor UGM tersebut, La Nina muncul karena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah suhu normal. Akibatnya udara terasa lebih dingin dan curah hujan tinggi.
Saat ini fenomena ini mulai bergerak ke moderat atau menengah. Kondisi ini mengakibatkan makin tingginya curah hujan. Di DIY bahkan diperkirakan kenaikan curah hujan bisa mencapai 60 persen.
Untuk menghindari dampak La Lina yang merugikan, masyarakat diminta menjaga lingkungan. Sebab bila curah hujan yang turun semakin tinggi maka dikhawatirkan bisa merusak lingkungan.
"Jangan merusak lingkungan, jangan membuang sampah, gencarkan penghijauan. Masyarakat jangan merusak lahan meski hujan tidak deras bisa merusak lahan karena lahannya sudah rusak. Apalagi kalau hujannya semakin esktrim, lahannya bisa semakin rusak. Itu bisa menjadi bencana yang merusak," tandasnya.
Sementara Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan, Bambang Widhyo mengungkapkan Pemda DIY berusaha mengantisipasi sejak awal dampak fenomena La Nina. Diantaranya pemanfaatan lahan dengan benar karena akan berdampak terhadap pengaliran dan penyerapan air yang berlebih dari fenomena ini.
"Ini jadi sangat urgent untuk bersama melakukan analisa terkait dengan kapasitas-kapasitas yang ada, saya kira baik di wilayah perkotaan maupun di luar kota juga dengan prediksi varian [fenomena la nina] yang tidak hanya panjang tapi bisa juga menit," ungkapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2058 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1939 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan