Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Balita Dianiaya Calon Ayah Tiri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Balita N (2,5) yang dianiaya oleh calon ayah tirinya selama ini ternyata belum dicover oleh BPJS selama dirawat di rumah sakit.
Oleh sebab itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu segera membantunya, mulai dari pengurusan nomor induk kependudukan (NIK) agar bisa tercover BPJS hingga assessment psikologis.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinsos Kota Batu Ririk Masyhuri. Menurut dia, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) saat ini tengah melakukan assessment si balita dan ibu kandungnya itu.
"Kami bersama dengan Polres Batu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengakomodir segala sesuatu yang perlu dilakukan atas korban," katanya.
Proses penyembuhan kesehatan korbna, lanjut Ririk, diawali dengan pengupayaan NIK korban agar bisa tercover BPJS Kesehatan.
"Kemarin (Senin 25 Oktober 2021, red) kami telah melakukan visit ke RS Hasta Brata. Dari hasil pantauan kami, paling perlu dilakukan adalah pengupayaan BPJS untuk perawatan selanjutnya," ujar Ririk.
Sementara itu, ia menambahkan jika assessment psikologis saat ini dilakukan tidak hanya untuk balita N, namun juga kepada ibu kandungnya yakni C.
"Trauma juga dialami ibunya, maka kami juga akan melakukan trauma healing kepada yang bersangkutan," katanya.
Lebih lanjut, Kepala Satuan Resort Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Batu Iptu Yusi Purwanto mengambil sikap tegas kepada terduga pelaku W (25) yang saat ini sudah meringkuk di tahanan titipan Polres Batu.
"Terduga pelaku W ini kami jerat dengan Pasal 44 UU RI nomor 23 Tahun 2004 atau Pasal 80 UU RI 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman 3 tahun penjara," ujar Yusssi.
Yussi mengatakan, motif W melakukan tindakan kekerasan ini disebabkan karena beban ekonomi dan rasa tidak siap menafkahi calon keluarga barunya.
"Sementara ini terduga pelaku kerap merasa kesal saat N ini rewel, alasan utamanya karena ia sudah capek bekerja sebagai kuli bangunan dan faktor ekonomi," katanya menandaskan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4412 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2072 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1955 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1602 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1444 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan