Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
WHO Sebut Varian Omicron Dilaporkan di 57 Negara
Diprediksi Terus Bertambah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut COVID-19 varian Omicron kini telah dilaporkan ada di 57 negara dan diperkirakan jumlah itu akan terus bertambah.
Fitur-fitur tertentu dari Omicron, termasuk penyebaran global dan sejumlah besar mutasi, menunjukkan bahwa hal itu dapat berdampak besar pada perjalanan pandemi.
“Kami sekarang mulai melihat gambaran yang konsisten dari peningkatan pesat dalam transmisi, meskipun untuk saat ini tingkat peningkatan yang tepat relatif terhadap varian lain masih sulit untuk diukur,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom dalam keterangan pers Rabu (8/12/2021).
Di Afrika Selatan, jumlah kasus Omicron meningkat dengan cepat. Namun, Omicron terdeteksi saat transmisi Delta sangat rendah, sehingga persaingannya kecil.
Oleh karena itu, penting untuk memantau dengan cermat apa yang terjadi di seluruh dunia. Serta perlu memahami apakah Omicron dapat mengalahkan dominasi Delta.
Untuk alasan itu, WHO meminta semua negara untuk meningkatkan pengawasan, pengujian, dan pengurutan. Diagnostik yang ada masih berfungsi seperti PCR maupun tes berbasis antigen.
Data yang muncul dari Afrika Selatan menunjukkan ada peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron, tetapi masih butuh banyak data untuk menarik kesimpulan yang lebih tegas.
Ada juga beberapa bukti bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta, tetapi masih terlalu dini untuk memastikannya.
“Untuk membantu kami membangun gambaran yang lebih jelas tentang tingkat keparahan dan gejala penyakit yang disebabkan oleh Omicron, kami meminta lebih banyak negara untuk mengirimkan lebih banyak data ke Platform Data Klinis kami, menggunakan formulir pelaporan kasus terbaru yang tersedia di situs web kami.”
Data baru muncul setiap hari, tetapi para ilmuwan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan studi dan menginterpretasikan hasilnya.
Tedros mengimbau, semua pihak harus berhati-hati dalam menarik kesimpulan yang tegas sampai memiliki gambaran yang lebih lengkap.
Setiap hari, WHO mengumpulkan ribuan ahli di seluruh dunia untuk berbagi dan menganalisis data dan mendorong penelitian ke depan.
Misalnya, Kelompok Penasihat Teknis untuk Evolusi Virus sedang menilai efek Omicron pada penularan, tingkat keparahan penyakit, vaksin, terapi dan diagnostik, dan efektivitas tindakan kesehatan masyarakat dan sosial.
Kelompok Penasihat Gabungan tentang Prioritas Terapi COVID-19 sedang menganalisis kemungkinan efek Omicron pada perawatan pasien yang dirawat di rumah sakit.
The R&D Blueprint for Epidemics sedang mengumpulkan para peneliti untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan, dan studi-studi tersebut diperlukan segera untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling mendesak.
Kelompok Penasihat Teknis untuk Komposisi Vaksin COVID-19 sedang menilai dampak Omicron pada vaksin saat ini dan menentukan apakah diperlukan perubahan pada vaksin.
Sumber: Liputan6.com
“Sekali lagi, saya berterima kasih kepada para ilmuwan di Afrika Selatan yang telah bekerja sama dengan WHO untuk membantu kami mempelajari lebih lanjut tentang Omicron,” tutup Tedros.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2030 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1891 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1564 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1386 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan