Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
DPRD Bali Dorong Digitalisasi Museum demi Dongkrak PAD
BERITABALI.COM, DENPASAR.
DPRD Provinsi Bali mendorong optimalisasi layanan objek publik guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali. Salah satu langkah yang menjadi sorotan yakni digitalisasi museum dan penguatan pengelolaan objek wisata, rumah sakit, hingga fasilitas olahraga.
Hal tersebut dibahas dalam rapat paripurna perubahan Perda Bali Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang digelar pada Senin (18/5/2026).
Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama mengatakan, sejumlah objek publik memiliki potensi besar untuk meningkatkan pajak dan retribusi daerah apabila dikelola lebih optimal.
Menurutnya, sektor layanan kesehatan seperti Rumah Sakit Dharma Yadnya dan RS Bali Mandara perlu terus diperkuat. Selain itu, objek budaya seperti Museum Bajra Sandhi, Museum Bali, dan Museum Le Mayeur juga direkomendasikan segera melakukan digitalisasi.
Digitalisasi museum dinilai penting untuk memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata edukasi di Bali.
Tak hanya itu, DPRD Bali juga menyoroti optimalisasi fasilitas olahraga milik pemerintah daerah seperti GOR Lila Bhuana. Penyesuaian fasilitas dengan tren olahraga modern dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru.
“Dengan penyesuaian ini diharapkan bisa dapat menambah PAD Bali,” tambah Budi Utama.
Pengembangan objek wisata kelautan juga menjadi perhatian DPRD Bali. Kawasan wisata seperti Nusa Penida, Lembongan, Ceningan, Amed, hingga Tulamben direkomendasikan dilengkapi fasilitas ambulans laut guna meningkatkan standar keselamatan wisatawan.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mendukung rekomendasi tersebut dan menilai optimalisasi objek publik memang menjadi salah satu strategi memperkuat pendapatan daerah.
“Ini harapan kita bersama, sebelumnya ini sudah dirumuskan Pak Gubernur. Dengan pertimbangan intensifikasi pajak dan ekstensifikasi pajak, maka yang sudah ada harus dioptimalkan,” kata Giri Prasta.
Ia menambahkan, peningkatan PAD dapat dilakukan melalui optimalisasi objek pajak yang sudah ada sekaligus memperluas basis ekonomi baru di Bali.
Sementara itu, arkeolog muda Bali, Bandem Kamandalu mengapresiasi wacana digitalisasi museum. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendukung pengarsipan data dan pelestarian koleksi museum.
“Secara arkeologi ya digitalisasi ini membantu menjaga objek-objek yang ada bisa juga jadi media alih wahana,” jelas Bandem.
Meski demikian, ia mengingatkan agar arah digitalisasi museum dilakukan secara jelas dan tetap memperhatikan fungsi museum sebagai ruang edukasi yang inklusif dan non profit.
Bandem juga menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh mengesampingkan upaya konservasi benda asli yang menjadi bagian penting warisan budaya Bali.
“Jadi digitalisasi itu bisa jagi semacam back up data lah kalo misal si benda ini rusak. Sebenarnya memang mempertahankan benda aslinya juga jadi hal yang penting,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan