Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Nikahi Penulis Novel, Uskup Termuda Ini Dicopot dari Jabatannya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Uskup termuda Spanyol telah dicopot dari jabatannya setelah menikahi seorang perempuan yang telah menulis novel erotis.
Uskup Xavier Novell Goma diketahui menikah dengan seorang penulis novel erotis Silvia Caballol pada 22 November 2021.
Setelah pernikahan tersebut, Konferensi Waligereja Spanyol melarang Xavier melaksanakan semua hak dan tanggung jawab sebagai uskup.
"Seperti yang diketahui publik, Uskup Xavier Novell Goma, Uskup Emeritus Solsona, menikah dengan Silvia Caballol, pada 22 November 2021, di kota Suria, Barcelona," jelas Koferensi Waligereja Spanyol.
Pernyataan itu menjelaskan jika Xavier akan dipertahankan gelarnya sebagai uskup. Namun, dia tidak diizinkan untuk melakukan peran apa pun.
"Setiap kegiatan mengajar, baik di tempat umum maupun pribadi, dilarang," jelasnya.
Menyadur Wio News Senin (13/12/2021), ini bukan pertama kalinya Xavier dia menuai kontroversi. Sebelumnya, ia menarik perhatian karena mendukung terapi gay dan mendukung kemerdekaan Catalan.
Xavier menjadi uskup termuda Spanyol pada 2010, ketika berusia 41 tahun dan dia diangkat ke menjadi uskup Solsona, kota kecil di utara Barcelona.
Pada bulan September, Novell mengundurkan diri sebagai uskup. Baik Xavier maupun Caballol belum mengeluarkan pernyataan mengenai penangguhan kekuasaannya sebagai uskup atau pernikahan mereka baru-baru ini.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1606 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1383 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1214 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1059 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah