Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Arab Saudi Mulai Melonggarkan Pembatasan Perayaan Natal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kerajaan Arab Saudi mulai melonggarkan pembatasan perayaan Natal tahun lalu. Arab Saudi banyak berbenah dalam hal liberalisasi ketika putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS) turun tangan, termasuk perayaan hari raya agama lain.
Natal telah lama menjadi isu kontroversial di seluruh dunia Islam karena Muslim yang lebih konservatif melihatnya sebagai bagian dari kolonialisme budaya Barat.
Di masa lalu, Riyadh melarang semua perayaan non-Islam di depan umum karena ideologi agama Wahhabi resmi negara itu menganggapnya sebagai bentuk penistaan. Namun di bawah MBS, pemahaman itu telah diganti dengan pemahaman yang lebih liberal tentang hari raya non-Muslim.
"Sekarang, keceriaan Natal merayap ke Arab Saudi karena pembatasan sosial dilonggarkan di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman."
"Ia ingin orang Saudi bersenang-senang dan menghabiskan lebih banyak uang di rumah untuk membangun industri baru yang tidak terkait dengan minyak," lapor Wall Street Journal.
Supermarket Saudi sekarang penuh dengan pohon Natal yang beberapa di antaranya sangat mahal dan barang-barang obral lainnya yang terkait dengan hari raya Kristen.
Tapi Santa Claus masih belum bisa membunyikan loncengnya di Arab Saudi. “Mereka hanya ketat dengan Sinterklas,” kata seorang penjual kepada WSJ, mengacu pada polisi agama negara itu.
Pada bulan Oktober, kerajaan juga mengambil bagian dalam perayaan Halloween, sebuah acara yang berasal dari Anglo-Saxon, yang telah menyebar secara komersial ke beberapa negara lain.
Di bawah reformasi baru MBS, Saudi merangkul budaya global yang dipimpin Barat dari bintang pop hingga acara olahraga sementara kritik terhadap catatan hak asasi manusia negara itu terus menumpuk.
Bulan lalu, Justin Bieber dari Kanada tampil di Jeddah di depan banyak penonton saat model terkenal seperti Alessandra Ambrosio dan Sara Sampaio mencontohkan desain baru kepada pelanggan dalam peragaan busana.
Kerajaan juga menjadi tuan rumah Festival Film Laut Merah, yang menayangkan banyak film bahkan dari negara-negara seperti Iran, negara yang berselisih dengan Kerajaan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2049 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1920 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1417 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan