Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Arab Saudi Mulai Melonggarkan Pembatasan Perayaan Natal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kerajaan Arab Saudi mulai melonggarkan pembatasan perayaan Natal tahun lalu. Arab Saudi banyak berbenah dalam hal liberalisasi ketika putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS) turun tangan, termasuk perayaan hari raya agama lain.
Natal telah lama menjadi isu kontroversial di seluruh dunia Islam karena Muslim yang lebih konservatif melihatnya sebagai bagian dari kolonialisme budaya Barat.
Di masa lalu, Riyadh melarang semua perayaan non-Islam di depan umum karena ideologi agama Wahhabi resmi negara itu menganggapnya sebagai bentuk penistaan. Namun di bawah MBS, pemahaman itu telah diganti dengan pemahaman yang lebih liberal tentang hari raya non-Muslim.
"Sekarang, keceriaan Natal merayap ke Arab Saudi karena pembatasan sosial dilonggarkan di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman."
"Ia ingin orang Saudi bersenang-senang dan menghabiskan lebih banyak uang di rumah untuk membangun industri baru yang tidak terkait dengan minyak," lapor Wall Street Journal.
Supermarket Saudi sekarang penuh dengan pohon Natal yang beberapa di antaranya sangat mahal dan barang-barang obral lainnya yang terkait dengan hari raya Kristen.
Tapi Santa Claus masih belum bisa membunyikan loncengnya di Arab Saudi. “Mereka hanya ketat dengan Sinterklas,” kata seorang penjual kepada WSJ, mengacu pada polisi agama negara itu.
Pada bulan Oktober, kerajaan juga mengambil bagian dalam perayaan Halloween, sebuah acara yang berasal dari Anglo-Saxon, yang telah menyebar secara komersial ke beberapa negara lain.
Di bawah reformasi baru MBS, Saudi merangkul budaya global yang dipimpin Barat dari bintang pop hingga acara olahraga sementara kritik terhadap catatan hak asasi manusia negara itu terus menumpuk.
Bulan lalu, Justin Bieber dari Kanada tampil di Jeddah di depan banyak penonton saat model terkenal seperti Alessandra Ambrosio dan Sara Sampaio mencontohkan desain baru kepada pelanggan dalam peragaan busana.
Kerajaan juga menjadi tuan rumah Festival Film Laut Merah, yang menayangkan banyak film bahkan dari negara-negara seperti Iran, negara yang berselisih dengan Kerajaan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3652 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1320 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1219 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun