Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gegara Game Online, Ayah Tak Sadar Terlilit Utang Rp285 Juta

Selasa, 4 Januari 2022, 09:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Gegara Game Online, Ayah Tak Sadar Terlilit Utang Rp285 Juta

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Seorang ayah di Singapura tak sadar terlilit utang USD 20 ribu (Rp285 juta) karena anaknya main game online. Lim Cheng Mong menerima tagihan atas 89 transaksi yang tak pernah ia lakukan.

"Awalnya saya pikir saya ditipu, tapi perusahaan kartu kredit mengatakan ini semua adalah transaksi sah dan tak ada yang bisa saya lakukan," kata Lim, 56, seorang manajer di perusahaan Jerman.

Riwayat tagihannya mengarah ke akun Grab putrinya yang berusia 18 tahun, yang terikat dengan kartu kreditnya untuk menutupi biaya transportasi.

Tanpa sepengetahuannya, remaja itu menautkan e-walletnya ke game online Genshin Impact dan melakukan banyak pembelian dari bulan Agustus hingga Oktober untuk meningkatkan avatarnya.

“Saya menyuruhnya pergi dan mengatakan itu adalah uang yang banyak – setara biaya sekolah satu tahun jika dia pergi ke universitas di luar negeri,” kata Lim kepada The Straits Times.

"Dia menghabiskan uang dalam jumlah besar dalam satu kedipan mata," katanya.

Pengacara spesialisasi teknologi, media, dan telekomunikasi, Lionel Tan, menyebut ada peluang untuk membalikkan transaksi dalam kasus serupa.

Namun hal itu hanya bisa dilakukan jika anak di bawah umur memainkan game untuk orang dewasa, atau jika ada pernyataan membingungkan di aplikasi yang menyesatkan pengguna untuk membayar.

Sementara putri Lim baru mencapai usia minimum yang memungkinkan dia membuat kontrak sendiri, kata Tan sambil menambahkan sulit untuk membantah bahwa putri Lim tidak sadar telah melakukan pembelian online.

Lim telah memulihkan sekitar USD 10.000 utang kartu kredit, yang menurutnya dilakukan karena niat baiknya.

"Kami sebagai orang tua sama sekali tidak memiliki kendali. Ini adalah bencana yang menunggu untuk terjadi dan saya ingin memastikan lebih banyak orang tua menyadarinya."(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami