Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Lengkapi Liburan di Buleleng, Kunjungi Danau Tamblingan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Danau Tamblingan dikelilingi oleh hutan dan udara yang sejuk. Dengan nuansa spiritual dan alam yang menyatu membuat Danau Tamblingan pantas untuk dikunjungi. Kamu akan mendapatkan suasana yang tenang, sejuk yang datang dari pepohonan dan akan jauh dari kebisingan.
Danau Tamblingan terletak di lereng Utara Gunung Lesong, berada di desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Dalam peta wisata masuk dalam kawasan pariwisata Bali Utara. Danau tamblingan ini sendiri tercatat sebagai satu dari tiga danau kembar di Bali yang terbentuk dari letusan kaldera beberapa abad lalu.
Menurut sejarah Danau Tamblingan ini dulunya merupakan sebuah perkampungan penduduk yang berada di Gunung Lesung. Namun, penduduk tersebut memutuskan untuk terbagi ke empat wilayah. Walaupun begitu, mereka tetap bergantian untuk merawat dan membersihkan Danau Tamblingan.
Untuk bisa sampai ke Danau Tamblingan ini, kamu bisa melewati beberapa jalur. Apabila kamu berangkat dari bandara Ngurah Rai, kamu akan menempuh jarak sekitar 2 jam perjalanan.
Danau tamblingan memiliki pesona yang merupakan gabungan dari Danau dan Danau Beratan yang eksotis, spiritual dan menawarkan keindahan alam. Selain itu juga banyak keunikan yang berasal dari daerah sekitar danau. Banyak destinasi yang akan menambah lengkap pengalaman liburan di danau Tamblingan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3436 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1114 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 516 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 483 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun