Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Bukan Budaya Bali, Gubernur Imbau Rayakan Tresna Asih Dibanding Valentine
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Suasana hari kasih sayang atau hari Valentine makin dekat, beberapa masyarakat pun mulai merayakannya. Namun Hal berbeda dilakuakn oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Ia mengajak masyarakat untuk memperingati hari Tresna Asih ketimbang Valentine di bulan Februari.
Menurutnya, Hari Tresna Asih juga berkenaan dengan kasih sayang dan juga warisan leluhur.
"Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan valentine day setiap tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang. Yang, sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali," kata Koster, saat konferensi pers di Gedung Gajah, Jayasbha, Denpasar, Bali, Selasa (8/2).
"Sudah waktunya, kita melaksanakan hari tresna asih atau hari kasih sayang pada setiap rahina tumpek krulut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan adiluhung dari leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat Bali," tambahnya.
Dia menyampaikan bahwa merayakan hari Valentine bukan sesuatu yang negatif. Akan tetapi, menurutnya bila melaksanakan hari kasih sayang dengan cara budaya Bali maka akan sangat baik.
"Kan imbauan, kalau kita punya cara dengan budaya kita, kenapa kita gunakan budaya orang lain," jelasnya.
Koster juga baru saja meneken Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04, Tahun 2022 tentang Tata-titi kehidupan di masyarakat di Pulau Bali.
Dalam SE itu, dia mencanangkan rahina tumpek krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang, yang berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali era baru.
Saat rahina tumpek krulut atau hari kasih sayang pada 23 Februari nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala.
Ia juga menyatakan Pemerintah Provinsi Bali, bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada Sabtu (29/1) lalu.
Dia berharap, perayaan Rahina Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup atau gaya hidup serta life style masyarakat Bali.
"Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, esensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global," ujar Koster.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4427 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2080 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1969 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1612 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1456 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan