Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 12 Juli 2026
Bukan Budaya Bali, Gubernur Imbau Rayakan Tresna Asih Dibanding Valentine
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Suasana hari kasih sayang atau hari Valentine makin dekat, beberapa masyarakat pun mulai merayakannya. Namun Hal berbeda dilakuakn oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Ia mengajak masyarakat untuk memperingati hari Tresna Asih ketimbang Valentine di bulan Februari.
Menurutnya, Hari Tresna Asih juga berkenaan dengan kasih sayang dan juga warisan leluhur.
"Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan valentine day setiap tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang. Yang, sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali," kata Koster, saat konferensi pers di Gedung Gajah, Jayasbha, Denpasar, Bali, Selasa (8/2).
"Sudah waktunya, kita melaksanakan hari tresna asih atau hari kasih sayang pada setiap rahina tumpek krulut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan adiluhung dari leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat Bali," tambahnya.
Dia menyampaikan bahwa merayakan hari Valentine bukan sesuatu yang negatif. Akan tetapi, menurutnya bila melaksanakan hari kasih sayang dengan cara budaya Bali maka akan sangat baik.
"Kan imbauan, kalau kita punya cara dengan budaya kita, kenapa kita gunakan budaya orang lain," jelasnya.
Koster juga baru saja meneken Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04, Tahun 2022 tentang Tata-titi kehidupan di masyarakat di Pulau Bali.
Dalam SE itu, dia mencanangkan rahina tumpek krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang, yang berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali era baru.
Saat rahina tumpek krulut atau hari kasih sayang pada 23 Februari nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala.
Ia juga menyatakan Pemerintah Provinsi Bali, bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada Sabtu (29/1) lalu.
Dia berharap, perayaan Rahina Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup atau gaya hidup serta life style masyarakat Bali.
"Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, esensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global," ujar Koster.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3657 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1331 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1223 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun