Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Ari Dwipayana: Pelestarian Air Harus Melibatkan Akar Rumput
BERITABALI.COM, BANGLI.
Yayasan Puri Kauhan Ubud menyelenggarakan Seminar Nasional, Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara, Air Sumber Kehidupan, Penyembuh Peradaban, di Museum Gunung Agung Batur, Rabu, (23/02/2022).
Seminar ini membedah kertas akademik menuju rencana aksi pemuliaan air, yang dihasilkan dalam Focus Group Discussion di UHN I Gusti Bagus Sugriwa, STAHN Mpu Kuturan, Singaraja, UNHI Denpasar dan Komunitas Lingkar Studi Batur.
Seminar yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, dari tokoh agama, pemuka adat dan masyarakat, pemerintah, LSM, pelaku pariwisata dan kelompok masyarakat sekitar danau Batur ini, dibuka Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.
Menteri Agama mengapresiasi seminar yang diselenggarakan untuk memacu aksi-aksi pemuliaan air ini. Menurutnya, tema ini sangat relevan di tengah banyaknya bencana kerusakan lingkungan hari ini. Menurutnya, upaya-upaya pelestarian, pembersihan dan pensucian air, akan menyembuhkan peradaban dari penyakit, bencana dan perilaku manusia yang tidak baik.
'Air yang bersih dan suci menjadi simbol keharmonisan alam atau jagat kerti, tegasnya.
AAGN Ari Dwipayana selaku Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, menyampaikan adanya tiga ranah penting dalam pemuliaan air, yang disebutnya sebagai Tri Semaya Pemuliaan Air. Pertama, yaitu ranah kebijakan dan implementasi kebijakan.
Kedua, di lingkup komunitas di mana perlindungan dan pelestarian air harus melibatkan akar rumput, desa adat, subak, dadia, banjar. Dan yang ketiga, adalah ranah edukasi untuk membangun kesadaran.
Ari menekankan pentingnya pemuliaan air, sebagai dari transfer values dan transfer local wisdom melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan di keluarga dan komunitas.
Sejalan dengan itu, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha, mengajak semua pihak untuk terus menerus mencari dan menemukan jalan keluar dari labirin ketidakharmonisan relasi manusia dengan lingkungan, termasuk untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di Bali.
Dane Jero Gede Batur Duhuran, selaku keynote speaker mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian pada Danau Batur sebagai sumber air terbesar di Bali. Beliau mengingat kembali, pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai budaya luhur, yang diwariskan untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan alam melalui ceritera rakyat, mitos, catatan tekstual hingga praktik ritual.
Menutup sambutannya, Ari mengajak semua pihak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai pembuka jalan bagi bangkitnya gerakan kesadaran melalui penataan ekosistem secara holistik, terintegrasi yang dipusatkan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Oos.
Harapannya, upaya ini dapat menjadi role model penataan ekosistem sungai berbasis kearifan lokal dan budaya Bali. Penataan yang menempatkan Segara-Wukir, Laut dan Gunung sebagai kesatuan yang tak terpisahkan.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8525 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5882 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3685 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2518 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar