Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Mengenal Sulinggih di Bali (3): Siapa yang Boleh Jadi Sulinggih?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua PHDI Denpasar Nyoman Kenak menegaskan, semua umat Hindu berhak untuk menjadi sulinggih. Bahkan menurutnya menjadi sulinggih adalah hal yang wajib bagi umat Hindu, bukan merupakan profesi.
Sulinggih tidak memandang perbedaan klan atau yang disebut Nayoni. Diksa merupakan sebuah jalan untuk umat Hindu menuju moksa atau kebahagiaan yang kekal. Dia mengatakan setiap kelahiran berawal dari sudra atau kalangan umum.
Setelah menjalani inisiasi yakni Dwijati, selanjutnya secara terus-menerus seorang sulinggih menambah pengetahuannya tentang Weda itu sendiri. Setelah paham makna dari Weda itu sendiri, sifat-sifat tuhan itu sendiri, maka itulah sosok Brahmana.
"Tentu ini tidak mudah. Ini bukan seperti melamar pekerjaan, ketika memiliki kemampuan, kemudian lolos mengikuti ujian, langsung menjadi brahmana. Tidak begitu. Ada tahap panjang yang harus dilalui," tuturnya.
Baca juga:
Pengabenan Manusia Purba di Gilimanuk Dipuput Lima Sulinggih, Bakal Dibuatkan Gedong Purba
Mengawali proses menuju Diksa, calon sulinggih harus bersedia Sisya. Harus mencari guru spiritual atau nabe. Di dalamnya terdiri dari Dwi Angga guru yaitu leluhur, Sidhi Angga Guru yaitu Tuhan itu sendiri. Sedangkan Menawa Angga Guru, yakni Nabe itu sendiri.
"Dalam memilih Menawa Angga Guru tidaklah mudah, bukan saja memiliki kemampuan namun juga harus sehati karena Meala Ayu Tunggal. Kalaupun sisya melakukan kesalahan nabe kena juga, tidak boleh nggak," ungkapnya.
Setelah menemui kesepakatan dan kesepahaman, barulah seorang calon sebagai menjalani tahapan Siksa yang merupakan tahap pengemblengan calon sulinggih. Penilaian dilakukan secara kompleks, mulai dari perilaku dan situasi di tingkat keluarga sehingga hubungan sosial.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3651 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1316 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1219 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1060 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun