Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Rusia Gempur Donbas Ukraina Timur, Serangan Besar Dimulai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina menyatakan serangan baru Rusia di Donbas, Ukraina timur telah dimulai menyusul agresi yang masih terus berlanjut. Kabar tersebut diungkap Penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, Vadym Denysenko, saat wawancara dengan media televisi pada Senin (11/4).
"Dari pengamatan saya serangan besar [di timur ukraina] ini telah dimulai," kata Denysenko.
Ia kemudian berujar," Kami harus memahami ini. Itu tidak akan terulang seperti 24 februari saat serangan udara dan ledakan pertama dimulai dan kami menyatakan 'perang telah dimulai. Serangan besar sesungguhnya telah dimulai."
Pejabat Ukraina dan Barat sebelumnya menyatakan pasukan Rusia telah menyusun ulang strategi untuk menggempur ibu kota Kyiv dan mengambil alih.
"Pasukan Rusia tengah menghitung pasukannya. Mereka terus mengerahkan kembali pasukan dan persenjataan ke wilayah Donetsk dan Luhansk," kata Denysenko.
Donetsk dan Luhansk merupakan wilayah di Ukraina timur yang dikuasai kelompok separatis pro-Moskow.
"Ya, masih belum ada pertempuran besar yang ramai diperbincangkan belakangan ini. Tapi secara umum, kami akan bilang serangan telah dimulai."
Denysenko melaporkan ledakan terjadi di Dnipropetrovsk pada Minggu (10/4) malam waktu setempat. Ledakan juga terjadi di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkhiv.
Kepala Militer Distrik Luhansk, Serhii Haidaii, mengatakan otoritas Ukrainia tengah mengatur penambahan jalur evakuasi di Donbas. Kereta evakuasi dari Donetsk dan Luhansk dijadwalkan pada hari ini, Senin (11/4).
Sebelumnya, negara Barat menyatakan Rusia tengah menyusun ulang strategi untuk melakukan serangan baru diUkraina, terutama di wilayah timur. Jika urusan di Ukraina timur sudah selesai pasukan Rusia dilaporkan akan kembali membombardir Kyiv dan mengambil alih.
Beberapa waktu lalu, tentara Rusia juga mengklaim akan fokus di timur Ukraina. Ukraina masih berada dalam gempuran Rusia usai pengumuman invasi ke negara itu pada 24 Februari.
Hari-hari setelah itu, ledakan dan pertempuran terus terjadi hingga menimbulkan korban jiwa. Upaya untuk menghentikan perang sudah mereka tempuh dengan jalur negosiasi. Namun, beberapa kali dialog itu tak menuai hasil signifikan.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4443 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2087 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1987 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1623 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1463 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan