Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Vaksin Booster Saat Mudik? Ini Tips Minimalkan Efek Samping
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Masyarakat yang akan berangkat mudik telah diminta untuk lakukan vaksinasi booster Covid-19 sejak 1-2 minggu sebelum keberangkatan. Tujuannya, agar masih ada waktu untuk antibodi terbentuk secara utuh.
"Jangan mau pulang (mudik) lusa, sekarang baru divaksin, itu belum mendapatkan perlindungan. Kalau terjadi hal seperti itu (terinfeksi Covid-19) nanti vaksin yang disalahkan," kata ahli penyakit menular Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K)., dalam webinar bersama AstraZeneca Indonesia, Rabu (27/4/2022).
Tetapi, apabila terpaksa baru disuntik vaksin booster saat dalam perjalanan mudik, dokter Erlina mengingatkan jangan langsung melanjutkan perjalanan begitu selesai divaksinasi. Tetap harus melakukan evaluasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menunggu selama 30 menit di sentra vaksinasi untuk melihat reaksi segera.
"Mungkin ada faktor alergi dan lain-lain. Tapi meskipun demikian sebetulnya pemantauan bisa sampai 1 bulan. Perkara apakah seseorang itu dianjurkan untuk istirahat, kalau memang pada orang tertentu yang lemah, ada yang disuntik kemudian merasa lemas, ngantuk, juga demam, sakit kepala, untuk yang demikian tentu saja istirahat," saran dokter Erlina.
Ia bercerita kalau dirinya sendiri sempat alami efek samping vaksin booster Covid-19 berupa meriang juga nyeri di tangan. Sehingga, perlu membatasi aktivitas.
Menurutnya, istirahat pascadivaksinasi sebenarnya bukan hal mutlak yang harus dilakukan. Tetapi, masyarakat juga perlu memahami kondisi tubuh agar tidak kelelahan selama mudik.
"Jangan terlalu capek saat mudik, makan yang teratur, banyak bergembira, banyak istirahat. Jangan mudik malah stres, berantem, nikmati waktu mudik anda dengan hal-hal yang menggembirakan," pesannya.
Vaksinasi booster dadakan dengan waktu keberangkatan membuat antibodi yang terbentuk belum utuh. Untuk itu, dokter Erlina mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama mudik.
"Berangkat mudik baru booster tidak memberikan perlindungan yang sesuai diharapkan karena sistem imun kita butuh waktu untuk bereaksi terhadap vaksin. Jadi sebetulnya sudah terlambat. Tapi walaupun terlambat tidak apa-apa, minimal sudah booster maka akan ada perlindungan berikutnya. Tapi memang pada saat mau berangkat, jadi perlindungan yang belum ada maka disiplin lah dengan protokol kesehatan," pungkas dokter Erlina.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1971 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1792 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1324 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1203 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah